BANDUNG – Kepemimpinan yang efektif tidak selalu diukur dari lamanya masa jabatan, melainkan dari kecepatan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Prinsip itulah yang tercermin dari langkah Ketua RW 10 Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Harry Kurniawan, yang dalam sepekan pertama sejak dilantik telah menginisiasi berbagai program prioritas untuk memperkuat pelayanan publik, keamanan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
Dilantik pada 8 Juli 2026, Harry memilih memulai kepemimpinannya dengan pendekatan kolaboratif. Seluruh Ketua RT dan perangkat kepengurusan RW dikonsolidasikan guna memetakan persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga sekaligus menyusun langkah penyelesaian secara terukur.

“Kami ingin memastikan kepengurusan baru tidak sekadar menjalankan administrasi, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, sejak hari pertama kami langsung bergerak bersama seluruh Ketua RT dan masing-masing bidang,” ujar Harry Kurniawan, Rabu (15/7/2026).
Salah satu fokus utama adalah penguatan sistem keamanan lingkungan. Pengurus RW mengoptimalkan patroli Linmas melalui sistem rotasi personel agar pengawasan berlangsung menyeluruh. Infrastruktur pendukung keamanan berupa kamera pengawas (CCTV) di RT 01, RT 02, dan RT 03 turut dibenahi sehingga mampu meningkatkan efektivitas pemantauan kawasan. Bersamaan dengan itu, budaya ronda malam atau siskamling kembali diaktifkan sebagai wujud partisipasi kolektif masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Komitmen terhadap pelayanan cepat juga terlihat ketika muncul laporan mengenai coretan mencurigakan di salah satu rumah warga yang diduga berkaitan dengan potensi gangguan keamanan.

Tanpa menunda waktu, Harry bersama personel Linmas langsung melakukan peninjauan ke lokasi pada malam hari sebagai bentuk respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat.
Selain keamanan, kepengurusan RW 10 juga memberi perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga. Menyikapi persoalan distribusi air bersih yang dialami masyarakat RT 02 pada musim kemarau, pengurus segera mengupayakan pengadaan mesin pompa submersible guna memastikan pasokan air tetap tersedia bagi warga.
Di bidang tata kelola administrasi, Harry bersama para Ketua RT mulai melaksanakan pendataan ulang administrasi kependudukan secara bertahap. Langkah tersebut diiringi kegiatan silaturahmi dari rumah ke rumah sebagai upaya mempererat hubungan antara pengurus dan masyarakat sekaligus membangun pelayanan publik yang lebih akurat, responsif, dan berbasis kebutuhan riil warga.
Sebagai bagian dari penguatan kemitraan, RW 10 juga akan menggelar audiensi dengan sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang beroperasi di wilayahnya. Selain memperkenalkan kepengurusan periode 2026–2031, forum tersebut menjadi momentum membangun sinergi dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar memberikan manfaat yang lebih nyata bagi pembangunan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, kepemimpinan Harry juga menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai agenda strategis. Karang Taruna didorong menjadi motor penggerak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat RW, sekaligus disiapkan program workshop literasi digital yang menghadirkan praktisi komunikasi, jurnalis, dan public speaker.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat akan memperoleh pemahaman mengenai etika bermedia sosial, pemanfaatan platform digital secara produktif, pemahaman terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), hingga strategi membangun komunikasi publik yang sehat serta menangkal penyebaran hoaks.
“Kami ingin menghadirkan tata kelola lingkungan yang aman, tertib, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Keamanan, pelayanan publik, literasi digital, serta kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi untuk mewujudkan RW 10 yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkas Harry Kurniawan.


+ There are no comments
Add yours