Rapat Minggon Kecamatan Telukjambe Timur Perkuat Sinergi Pembangunan, Camat Ade Setiawan Tekankan Kondusivitas, Kepatuhan Pajak, Penanganan Stunting, dan Pengembangan Potensi Desa

4 min read

KARAWANG – Pemerintah Kecamatan Telukjambe Timur menggelar Rapat Minggon yang dipimpin langsung oleh Camat Telukjambe Timur, Ade Setiawan, di Aula Kantor Kecamatan Telukjambe Timur, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Telukjambe Timur beserta perangkat desa sebagai forum koordinasi untuk mengevaluasi capaian program sekaligus menyusun langkah strategis pembangunan di tingkat kecamatan.

Dalam sambutannya, Ade Setiawan menegaskan bahwa Rapat Minggon merupakan forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia juga mengingatkan seluruh kepala desa dan kepala dusun agar terus menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat dalam setiap pelaksanaan program pemerintah.

Salah satu fokus yang disampaikan Camat adalah optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hingga pertengahan Juli 2026, Kecamatan Telukjambe Timur berhasil mencatatkan realisasi penerimaan PBB mendekati Rp11 miliar, sekaligus kembali menjadi kecamatan dengan capaian tertinggi di Kabupaten Karawang.

Menurut Ade Setiawan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemerintah desa, perangkat desa, kepala dusun, serta tingginya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Ia meminta seluruh kepala dusun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pembayaran PBB dapat diselesaikan tepat waktu karena hasil pajak akan kembali menjadi sumber pembiayaan berbagai program pembangunan daerah.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Karena itu, peran kepala dusun sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak,” ujar Ade Setiawan.

Selain membahas capaian pendapatan daerah, Camat juga memaparkan perkembangan sejumlah program pembangunan yang tengah berjalan. Salah satunya adalah tindak lanjut penanganan persoalan saluran irigasi di wilayah Purwadana yang telah mendapat perhatian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Karawang juga tengah mengkaji rencana pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri baru di kawasan Purwadana guna menjawab meningkatnya kebutuhan akses pendidikan bagi masyarakat.

Ade Setiawan mengajak seluruh pemerintah desa untuk memberikan dukungan terhadap rencana tersebut melalui penyampaian data dan kebutuhan riil di lapangan sehingga pembangunan sekolah baru dapat menjadi solusi atas pertumbuhan jumlah penduduk di kawasan Telukjambe Timur.

Dalam kesempatan itu, Camat juga menyampaikan bahwa Kecamatan Telukjambe Timur akan menerima kunjungan Amazon Web Services (AWS), perusahaan teknologi global asal Amerika Serikat, yang akan meninjau berbagai potensi pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa. Potensi yang akan diperkenalkan antara lain pengelolaan TPS3R, budidaya jamur tiram, budidaya ikan nila, serta pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan dalam konsep ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Ia menilai potensi desa harus terus dikembangkan tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek pemasaran dan kemitraan usaha sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa.

Untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa, Ade Setiawan juga berencana menerapkan pola Rapat Minggon Tematik. Melalui konsep tersebut, peserta rapat akan disesuaikan dengan materi yang dibahas, seperti pengurus BUMDes, pengelola TPS3R, kader kesehatan, maupun unsur kelembagaan lainnya sehingga pembinaan dapat berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.

Di bidang kesehatan, Camat memberikan perhatian serius terhadap upaya percepatan penurunan angka stunting. Berdasarkan hasil evaluasi sementara, masih terdapat sekitar 145 anak yang mengalami stunting di wilayah Kecamatan Telukjambe Timur. Ia meminta kepala desa, kepala dusun, kader Posyandu, serta seluruh unsur terkait untuk aktif melakukan pendataan, pemantauan, dan pendampingan terhadap balita, ibu hamil, serta calon pengantin.

Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta optimalisasi pelayanan Posyandu dan dukungan berbagai program pemberian makanan tambahan.

“Target mewujudkan Generasi Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila kita mampu menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Oleh karena itu, penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, pemerintah desa, tenaga kesehatan hingga seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Menutup arahannya, Ade Setiawan mengimbau seluruh aparatur desa agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai persoalan sosial dan keamanan di lingkungan masing-masing, termasuk keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), pendatang yang mencurigakan, maupun potensi gangguan ketertiban masyarakat. Ia meminta setiap informasi yang berkembang di lapangan segera dikoordinasikan dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta unsur TNI-Polri agar dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.

Melalui Rapat Minggon tersebut, Pemerintah Kecamatan Telukjambe Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong percepatan pembangunan desa, serta membangun masyarakat yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours