IKA BEM Nusantara Sampaikan Aspirasi Masyarakat kepada Wapres Gibran, Soroti Kelangkaan MinyaKita hingga Tantangan UMKM

3 min read

Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (IKA BEM) Nusantara memanfaatkan momentum pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (22/6/2026), untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam suasana yang penuh keterbukaan dan semangat kolaborasi, sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian publik turut menjadi bahan diskusi, mulai dari kelangkaan MinyaKita, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, hingga persoalan harga beras dan pupuk yang masih dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan dialog antara pemerintah dengan kalangan alumni mahasiswa yang selama ini dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai dinamika sosial di tingkat akar rumput. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun mengajak IKA BEM Nusantara untuk terus mengambil peran konstruktif dalam mendukung pembangunan nasional serta memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Ketua Umum Pengurus Besar IKA BEM Nusantara, Tommy Suswanto, mengungkapkan bahwa Wakil Presiden berharap organisasi yang dipimpinnya dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyerap dan menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat. Menurutnya, Wapres juga mendorong agar IKA BEM Nusantara tidak ragu memanfaatkan berbagai saluran komunikasi, termasuk surat resmi dan forum dialog, untuk menyampaikan masukan, kritik, maupun gagasan yang membangun.

“Mas Wakil Presiden berharap kami dapat terus berkontribusi bersama-sama dengan pemerintah. Beliau juga memberikan ruang yang luas bagi kami untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi yang tersedia,” ujar Tommy usai pertemuan.

Dalam kesempatan tersebut, IKA BEM Nusantara secara khusus menyoroti persoalan kelangkaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita yang masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah. Selain itu, organisasi yang menaungi para alumni Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu juga menyampaikan berbagai tantangan yang tengah dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta persoalan harga beras dan pupuk yang dinilai masih menjadi perhatian masyarakat.

Tommy menilai keterbukaan Wakil Presiden dalam menerima berbagai masukan menjadi sinyal positif bagi terciptanya komunikasi yang sehat antara pemerintah dan elemen masyarakat. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan diterima dengan baik dan penuh keterbukaan.

“Mas Wakil Presiden bisa menerima semua yang kami maksudkan dan apa yang kami sampaikan dengan lapang dada, terbuka, dan luar biasa. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan aspirasi masyarakat secara objektif dan konstruktif,” katanya.

Lebih lanjut, Tommy menegaskan bahwa IKA BEM Nusantara berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengawal agenda pembangunan nasional melalui partisipasi aktif dan penyampaian gagasan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Komitmen tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi dan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Keberadaan IKA BEM Nusantara sendiri terbilang masih relatif baru. Organisasi yang resmi dibentuk pada Oktober 2025 itu baru melaksanakan pelantikan Pengurus Besar pada 18 Juni 2026. Meski demikian, IKA BEM Nusantara telah menghimpun alumni Badan Eksekutif Mahasiswa dari 189 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dan berkomitmen untuk terus memperluas jejaring keanggotaan guna memperkuat kontribusi dalam pembangunan bangsa.

Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan IKA BEM Nusantara menjadi gambaran penting bahwa ruang dialog antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil tetap terbuka. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan dalam menghadirkan kebijakan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours