KARAWANG — Satu bulan pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang di Desa Wantilan resmi berakhir. Digelar sejak 8 Juli hingga 8 Agustus 2026, kegiatan KKN tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi turut menghadirkan sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu fokus utama yang mendapat perhatian adalah edukasi pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta pengembangan konsep Bank Sampah. Program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan masyarakat Desa Wantilan menghadapi dinamika pembangunan sebagai kawasan yang berkembang menuju wilayah industri.
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, edukasi juga diarahkan kepada generasi muda melalui keterlibatan siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKN UBP Karawang berkolaborasi dengan Koordinator Desa Percontohan Saemaul Perwakilan, Rahmat Hidayat, dalam memberikan sosialisasi pengelolaan sampah kepada siswa kelas satu hingga kelas enam SDN Wantilan.
Kegiatan edukasi tersebut berlangsung secara intensif selama beberapa hari pada akhir masa KKN. Para siswa diperkenalkan pada pentingnya memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna, serta mengenal konsep Bank Sampah sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang bersih dan sehat.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Wantilan. Sekretaris Desa Wantilan menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UBP Karawang karena telah menjadikan desanya sebagai lokasi pengabdian sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
«“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan KKN dari Universitas Buana Perjuangan Karawang yang telah menjadikan Desa Wantilan sebagai titik fokus KKN 2026,” ujar Sekretaris Desa Wantilan.»
Menurutnya, berbagai program yang dibawa mahasiswa memiliki relevansi dengan kondisi dan arah perkembangan Desa Wantilan. Terlebih, persoalan lingkungan dan pengelolaan sampah menjadi tantangan yang perlu diantisipasi seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan kawasan.
«“Terima kasih juga kepada rekan-rekan KKN yang telah banyak terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, khususnya terkait pengolahan sampah di Desa Wantilan. Semoga apa yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam rangka menghadapi perkembangan Desa Wantilan sebagai desa industri,” tuturnya.»
Apresiasi serupa disampaikan Rahmat Hidayat. Ia menilai mahasiswa KKN UBP Karawang mampu menjalankan program sesuai dengan arahan dan briefing yang telah dilakukan sebelumnya.
«“Kinerja tim mahasiswa KKN UBP Karawang sangat bagus dan sesuai dengan briefing yang kita lakukan. Selama berkegiatan, mereka telah banyak melakukan sosialisasi di SD Wantilan dari kelas satu sampai kelas enam,” ungkap Rahmat Hidayat.»
Ia menilai pendekatan edukatif yang dilakukan mahasiswa mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik bagi para siswa. Materi mengenai lingkungan tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi dikemas melalui interaksi yang membuat anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah.
«“Alhamdulillah, murid-murid sangat excited. Kinerja dari tim KKN ini baik, cekatan, dan efisien,” tambahnya.»
Meski memberikan apresiasi positif, Rahmat juga menyampaikan catatan konstruktif sebagai bagian dari evaluasi. Menurutnya, kemampuan public speaking mahasiswa masih perlu terus diasah agar ke depan mereka semakin percaya diri dalam menyampaikan gagasan, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mengelola kegiatan edukasi secara lebih efektif.
Catatan tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Sebab, KKN bukan hanya tentang menjalankan program, melainkan juga ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademik, komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, serta kemampuan membaca dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Berakhirnya KKN UBP Karawang di Desa Wantilan dengan demikian tidak semestinya dimaknai sebagai berakhirnya hubungan antara kampus dan masyarakat. Lebih dari itu, program yang telah dijalankan diharapkan mampu meninggalkan pengetahuan, kesadaran, serta kebiasaan baru yang dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.
Sekretaris Desa Wantilan pun berharap berbagai pengetahuan dan materi yang telah diberikan mahasiswa dapat terus memberikan manfaat setelah para mahasiswa kembali ke lingkungan kampus.
«“Sekali lagi, terima kasih atas program-program yang telah disampaikan kepada masyarakat. Semoga ilmu dan tentunya materi-materi yang dibawa oleh KKN bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Wantilan,” pungkasnya.»
KKN UBP Karawang 2026 di Desa Wantilan akhirnya menjadi gambaran bahwa pengabdian perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah perubahan Desa Wantilan menuju kawasan yang semakin berkembang, edukasi lingkungan dan penguatan kesadaran generasi muda menjadi investasi sosial yang diharapkan mampu memberi dampak jauh melampaui batas waktu pelaksanaan KKN.


+ There are no comments
Add yours