JAKARTA — Partai Gerindra kembali mencatatkan posisi teratas dalam peta elektabilitas nasional. Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Gerindra di peringkat pertama dengan 17,5 persen, mengungguli PDI Perjuangan 12,8 persen dan Partai Golkar 10,4 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut, meski elektabilitas Gerindra mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya, partai tersebut masih menjadi pilihan terbesar masyarakat. Posisi ini sekaligus mencerminkan kuatnya modal politik Gerindra sebagai partai pengusung utama Presiden Prabowo Subianto.
Di bawah tiga besar, Partai Demokrat meraih 8,1 persen, PKB 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, NasDem 4,4 persen, PSI 4,11 persen, dan PPP 3,2 persen. Sementara sejumlah partai lainnya masih berada di bawah dua persen.
Menariknya, sebanyak 21,6 persen responden belum menentukan pilihan atau merahasiakan preferensi politiknya. Angka tersebut menjadi ruang kompetisi yang sangat terbuka bagi seluruh partai politik sekaligus menegaskan bahwa peta elektoral menuju Pemilu 2029 masih jauh dari final.
Survei IPO digelar pada 27 Juli–3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.
Bagi Gerindra, posisi puncak merupakan modal politik sekaligus tanggung jawab. Sebab, elektabilitas yang tinggi pada akhirnya harus diterjemahkan menjadi kinerja, konsistensi, dan kepercayaan publik yang berkelanjutan.


+ There are no comments
Add yours