Darsum Apresiasi MUSDA VI Demokrat Jabar, Dorong Konsolidasi Menuju Kebangkitan Demokrat Kabupaten Bekasi

3 min read

BEKASI — Rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) VI DPD Partai Demokrat Jawa Barat mendapat apresiasi dari Darsum, salah satu kader senior Partai Demokrat Kabupaten Bekasi. Menurutnya, langkah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat melalui Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi di Jawa Barat.

Darsum menilai pelaksanaan MUSDA pada 2026 merupakan langkah tepat dan sejalan dengan amanah hasil Kongres Partai Demokrat. Setelah MUSDA Jawa Barat terlaksana, konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten dan kota melalui Musyawarah Cabang (MUSCAB) diharapkan dapat segera berjalan secara terarah, demokratis dan berkesinambungan.

Sebagai kader yang bergabung dengan Partai Demokrat sejak 2002, Darsum memiliki perjalanan panjang dalam proses awal berdirinya Partai Demokrat di Kabupaten Bekasi. Ia turut merintis partai tersebut bersama kakaknya, almarhum H. Mustakim, yang tercatat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi untuk pertama kalinya. Saat ini, Darsum dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi.

“Saya mengapresiasi langkah DPP melalui BPOKK yang akan menyelenggarakan MUSDA VI Partai Demokrat Jawa Barat. Bagi saya, ini merupakan bagian penting dari proses konsolidasi organisasi. Siapa pun nantinya yang mendapatkan amanah dari DPP untuk memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Barat, saya akan tetap mendukung, loyal dan patuh terhadap keputusan organisasi,” ujar Darsum.

Menurut Darsum, konsolidasi setelah MUSDA harus diarahkan bukan sekadar untuk memenuhi agenda organisasi, tetapi menjadi momentum melakukan pembenahan dan menyiapkan strategi politik jangka panjang. Ia berharap proses MUSCAB, termasuk di Kabupaten Bekasi, dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen dan mengembalikan semangat kebersamaan kader.

Terkait MUSCAB Partai Demokrat Kabupaten Bekasi, Darsum berharap siapa pun yang nantinya mendapat amanah sebagai Ketua DPC mampu mempersiapkan organisasi sejak dini. Salah satunya dengan membangun komunikasi dan membuka ruang bagi tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama serta berbagai elemen potensial untuk bersama-sama memperkuat struktur dan perjuangan Partai Demokrat di Kabupaten Bekasi.

“Mulai sekarang, para bakal calon ketua DPC bisa mulai membangun komunikasi dan menampung tokoh-tokoh potensial. Ketika nantinya masuk pada proses penyusunan kepengurusan, mereka sudah memiliki gambaran orang-orang yang dapat diajak bersama-sama membesarkan partai. Tujuannya tentu agar Demokrat Kabupaten Bekasi kembali berjaya,” tuturnya.

Darsum mengingatkan bahwa Partai Demokrat Kabupaten Bekasi memiliki sejarah prestasi politik yang cukup kuat. Pada 2009, Demokrat pernah menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD. Kemudian pada Pilkada 2012, kader Demokrat berhasil menduduki posisi Wakil Bupati. Pada Pemilu 2014, Demokrat kembali memperoleh posisi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Namun, dinamika politik terus berubah. Pada Pemilu 2019, Demokrat memperoleh lima kursi DPRD Kabupaten Bekasi dari enam daerah pemilihan. Sementara pada Pemilu 2024, perolehan tersebut menjadi empat kursi dari tujuh daerah pemilihan.

Menurut Darsum, perjalanan tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk melakukan pembenahan. Ia berharap kepemimpinan DPC Demokrat Kabupaten Bekasi ke depan mampu membangun konsolidasi yang lebih kuat, memperluas basis dukungan, memperkuat kaderisasi dan menghadirkan strategi politik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapan saya, siapa pun yang nantinya menahkodai Partai Demokrat Kabupaten Bekasi mampu mempersiapkan diri dengan baik. Targetnya harus jelas, yaitu meningkatkan perolehan suara pada Pemilu berikutnya. Untuk mencapai itu, diperlukan kerja bersama, soliditas kader dan kemampuan merangkul seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Bagi Darsum, kebangkitan Partai Demokrat tidak dapat dibangun hanya melalui figur atau momentum politik sesaat. Diperlukan kerja organisasi yang konsisten, kepemimpinan yang inklusif, kaderisasi yang berkelanjutan serta keberanian melakukan evaluasi terhadap perjalanan partai.

Dengan semangat tersebut, MUSDA VI DPD Partai Demokrat Jawa Barat diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pergantian atau penetapan kepemimpinan organisasi. Lebih jauh, MUSDA dapat menjadi titik tolak untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput, termasuk mempersiapkan MUSCAB dan membangun kembali kejayaan Partai Demokrat di Kabupaten Bekasi.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours