S Mardo: Rakyat Harus Bersatu Jaga Marwah Karawang dari Perilaku Asusila yang Mencederai Moral Kemanusiaan

3 min read

KARAWANG – Ketua Harian DPP LSM BARAK (Barisan Rakyat) Indonesia, S Mardo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan aktivitas asusila yang terjadi di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karawang dan menjadi perhatian luas masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut pelanggaran norma sosial dan kesusilaan, tetapi juga menyentuh aspek moral kemanusiaan yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.

Sebagai organisasi yang lahir dari semangat perjuangan rakyat, BARAK Indonesia memandang bahwa setiap bentuk perilaku yang berpotensi merusak tatanan sosial, mencederai nilai-nilai moral, serta mengganggu ketertiban masyarakat harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Karena itu, H. Mardo mengajak masyarakat Karawang untuk tidak bersikap apatis terhadap berbagai fenomena yang dinilai dapat mengikis identitas dan karakter daerah.

“Karawang adalah tanah perjuangan, tanah para pejuang, dan daerah yang memiliki nilai-nilai budaya, religiusitas, serta semangat gotong royong yang kuat. Marwah daerah ini tidak boleh dicederai oleh aktivitas yang bertentangan dengan norma kesusilaan dan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dijaga oleh masyarakat,” tegas S Mardo.

Menurutnya, persoalan yang saat ini menjadi sorotan publik harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Ia menilai bahwa menjaga moralitas masyarakat bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen rakyat.

S Mardo menegaskan bahwa BARAK Indonesia mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dan aparat berwenang untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi. Apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku, maka penindakan harus dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan sesuai koridor hukum.

“Penegakan hukum harus menjadi panglima. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang terbukti merugikan kepentingan masyarakat dan mencederai nilai-nilai yang hidup di tengah rakyat. Ketegasan diperlukan agar tidak muncul kesan bahwa aturan hanya berlaku bagi sebagian pihak,” ujarnya.

Lebih jauh, S Mardo mengingatkan bahwa dampak dari perilaku yang dianggap menyimpang tidak hanya dirasakan pada saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan generasi muda apabila tidak diantisipasi secara serius. Karena itu, ia menilai pentingnya penguatan pendidikan moral, ketahanan keluarga, dan pengawasan sosial sebagai benteng utama dalam menjaga kualitas kehidupan masyarakat.

Dalam semangat gerakan rakyat, BARAK Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, hingga kalangan akademisi untuk memperkuat solidaritas dalam menjaga nama baik Kabupaten Karawang. Menurutnya, persatuan masyarakat merupakan kekuatan terbesar dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang dapat mengganggu keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

“Ini bukan semata-mata persoalan satu tempat atau satu peristiwa. Ini adalah soal bagaimana kita menjaga marwah Karawang agar tetap dikenal sebagai daerah yang bermartabat, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ketika moral masyarakat dicederai, maka seluruh elemen rakyat memiliki kewajiban untuk bersuara dan mengambil peran dalam upaya perbaikan,” katanya.

S Mardo juga menegaskan bahwa gerakan rakyat yang dibangun BARAK Indonesia bukanlah gerakan yang bertujuan menciptakan kegaduhan, melainkan gerakan moral yang mendorong lahirnya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan sosial yang sehat, aman, dan beradab. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan persatuan dan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun individu.

“Mari kita satukan langkah menjaga marwah Kabupaten Karawang. Jangan biarkan tindakan asusila yang mencederai moral kemanusiaan merusak nama baik daerah yang telah dibangun dengan perjuangan panjang oleh para pendahulu kita. Rakyat Karawang harus bersatu, bergandengan tangan, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga kehormatan daerah, melindungi generasi muda, serta memastikan Karawang tetap menjadi rumah yang bermartabat bagi seluruh warganya,” pungkas S Mardo.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours