Kabupaten Bekasi — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Gerindra, Putih Sari, menggelar kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Gerindra, Ahmad Saepudin, perwakilan Badan Gizi Nasional, tokoh masyarakat, aparatur wilayah, serta ratusan masyarakat yang antusias mengikuti pemaparan terkait pentingnya pemenuhan gizi bagi generasi masa depan Indonesia.

Dalam sambutannya, Putih Sari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena adanya penyesuaian jadwal kegiatan.
“Terima kasih kepada bapak ibu semua yang sudah hadir. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah membantu memfasilitasi kegiatan hari ini, termasuk perwakilan dari Badan Gizi Nasional dan seluruh tim yang turut mendukung acara ini,” ujar Putih Sari.
Ia menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sejak dini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan fisik, kecerdasan, hingga kualitas kesehatan anak-anak Indonesia di masa mendatang.
“Program MBG ini bukan hanya soal makan gratis, tetapi bagaimana kita mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, kuat, cerdas, dan mampu bersaing secara global,” katanya.
Putih Sari menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa asupan gizi yang baik dapat mempengaruhi tinggi badan, perkembangan organ tubuh, hingga kemampuan otak anak dalam menyerap ilmu pengetahuan.
Ia mencontohkan sejumlah negara di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, dan China yang berhasil meningkatkan kualitas generasi mudanya melalui budaya konsumsi makanan bergizi.
“Dulu mungkin postur masyarakat di negara-negara Asia hampir sama dengan Indonesia. Tapi karena mereka memperhatikan gizi dan pola makan sejak dini, hari ini pertumbuhan generasi mudanya jauh lebih baik dan mampu bersaing di dunia internasional,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak merasa minder terhadap faktor keturunan, sebab kualitas pertumbuhan anak masih dapat ditingkatkan melalui pola hidup sehat dan pemenuhan nutrisi yang baik.
“Pertumbuhan anak bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga bagaimana organ tubuhnya sehat, otaknya berkembang baik, sehingga anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Putih Sari juga menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG harus dikawal bersama agar berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Ia meminta masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai prosedur.
“Kalau ada SPPG yang tidak menjalankan tata kelola dengan baik, silakan dilaporkan. Jangan diam saja. Tetapi laporannya juga harus berdasarkan fakta, bukan fitnah atau informasi yang dibuat-buat,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar terkait pelaksanaan MBG, karena program tersebut merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa.
“Kita ingin program ini terus berjalan dan terus diperbaiki. Karena itu pengawasan masyarakat sangat penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak Indonesia,” ujarnya.
Putih Sari menambahkan, Komisi IX DPR RI akan terus mendorong pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG agar semakin baik ke depan serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan masa depan generasi muda Indonesia.


+ There are no comments
Add yours