Kabupaten Bekasi — Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyampaikan pidato penuh pesan kebangsaan dan penguatan ideologi partai dalam Musyawarah Cabang (MUSCAB) PPP Kabupaten Bekasi yang digelar Selasa (28/4/2026) di Sahid Hotel. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa PPP merupakan partai Islam yang tetap teguh dalam nilai-nilai nasionalisme dan berlandaskan Pancasila.
Dalam pidatonya, Uu menyoroti pentingnya menjaga dan menanamkan kembali rasa nasionalisme, khususnya di tengah tantangan zaman yang kian materialistis. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya semangat kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda. “Jika para pemimpin hari ini gagal menanamkan nilai nasionalisme dan kebangsaan, maka itu adalah tanggung jawab moral yang besar,” tegasnya di hadapan para kader.
Menurutnya, Islam dan nasionalisme bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru, nilai-nilai keislaman mengajarkan kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian dari iman. Ia mencontohkan teladan Rasulullah SAW dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah kelahiran maupun tempat hijrah sebagai bentuk nyata nilai patriotisme yang harus diwariskan lintas generasi.
Lebih lanjut, Uu mengingatkan pentingnya menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah dinamika global. Ia menyinggung runtuhnya Uni Soviet sebagai pelajaran berharga bahwa lemahnya transfer nilai nasionalisme antar generasi dapat berujung pada perpecahan. “Kita tidak ingin Indonesia terpecah. Dari Sabang sampai Merauke harus tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan konsensus nasional yang telah disepakati seluruh elemen bangsa, termasuk umat beragama. Menurutnya, Pancasila adalah alat pemersatu yang harus dijaga bersama. “Siapapun yang berupaya mengganti atau merongrong Pancasila, akan berhadapan dengan kader PPP,” tandasnya.
Dalam konteks internal partai, Uu menekankan pentingnya soliditas organisasi sebagai fondasi utama dalam memperkuat peran PPP sebagai pilar demokrasi. Ia mengibaratkan partai sebagai rangkaian kereta yang harus utuh dari lokomotif hingga gerbong. “Jangan sampai pimpinan hanya menjadi simbol tanpa dukungan struktur yang solid hingga ke bawah,” ujarnya dengan analogi yang kuat.
Menutup pidatonya, Uu mengajak seluruh kader PPP Kabupaten Bekasi untuk merapatkan barisan, meningkatkan elektabilitas, serta memperjuangkan penambahan kursi di legislatif dan kepemimpinan di eksekutif. Ia juga mendorong agar kader-kader terbaik yang memiliki kapasitas dan integritas didukung bersama untuk tampil sebagai pemimpin.
“Dengan semangat persatuan, nasionalisme, dan keimanan, PPP harus menjadi kekuatan politik yang tidak hanya hadir dalam kontestasi, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.


+ There are no comments
Add yours