KABUPATEN BEKASI — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (MUKAB) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bekasi, dinamika konsolidasi organisasi kian menguat. Di balik menguatnya komunikasi lintas elemen, sosok H. Apud Syaepudin tampil sebagai figur sentral yang menjembatani kepentingan dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Dikenal sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Warga Bekasi (FKWB) sekaligus Ketua Warga Bumiputera Indonesia (WBI) Kabupaten Bekasi, H. Apud juga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua KADIN Kabupaten Bekasi Bidang Limbah Kawasan Industri. Posisi strategis ini menempatkannya sebagai penghubung penting dalam memastikan seluruh proses menuju MUKAB berjalan harmonis dan konstruktif.
Dalam perannya, H. Apud Syaepudin aktif membangun komunikasi dan menjembatani pertemuan antara berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah daerah dan kepanitiaan MUKAB. Langkah ini dinilai krusial dalam menciptakan suasana kondusif menjelang forum tertinggi organisasi tersebut.
“Pada prinsipnya, kami ingin memastikan bahwa MUKAB ini berjalan dengan suasana yang kondusif, menjunjung tinggi kebersamaan, dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah daerah. KADIN harus hadir sebagai solusi dan mitra strategis dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujar H. Apud Syaepudin.
Ia menekankan bahwa keberhasilan MUKAB tidak hanya ditentukan oleh proses formal, tetapi juga oleh kualitas komunikasi dan kepercayaan antar pemangku kepentingan.
“Ketika komunikasi berjalan baik, maka semua pihak akan merasa dilibatkan dan dihargai. Ini penting agar hasil MUKAB nantinya benar-benar legitimate, kuat secara moral, dan mampu membawa KADIN Kabupaten Bekasi ke arah yang lebih progresif,” tambahnya.
Menariknya, dinamika yang berkembang menjelang MUKAB menunjukkan adanya kesepahaman kuat di internal organisasi. Proses tidak mengarah pada kompetisi pencalonan, melainkan mengedepankan musyawarah mufakat yang berujung pada skema aklamasi sebagai bentuk konsolidasi yang solid.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) MUKAB KADIN Kabupaten Bekasi, KH Zaelani, S.E., menyampaikan bahwa Plt Bupati Kabupaten Bekasi, dr. Asep Surya Atmadja, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MUKAB yang diharapkan berjalan demokratis, transparan, dan berintegritas.
Sejalan dengan itu, Ketua Organizing Committee (OC) MUKAB KADIN Kabupaten Bekasi, S. Widi Karyaningsih, memastikan kesiapan teknis kegiatan telah berjalan optimal.
“Kami dari panitia pelaksana pada prinsipnya sudah siap. Penentuan lokasi kegiatan telah dilakukan, struktur kepanitiaan juga sudah terbentuk dengan baik. Saat ini kami tinggal mematangkan pelaksanaan teknis di hari H,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini direncanakan diikuti sekitar 250 peserta dengan konsep terbuka dan partisipatif.
“Fokus kami adalah memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan berkualitas. Secara substansi, MUKAB ini menjadi momentum penguatan organisasi melalui kebersamaan,” jelasnya.
Rangkaian MUKAB akan diawali dengan seremoni pembukaan, sambutan para pemangku kepentingan, hingga agenda inti musyawarah. Untuk memperkuat dampak ekonomi, kegiatan juga akan diramaikan dengan bazar UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Dalam agenda konsolidasi tersebut, selain dihadiri jajaran pengurus inti KADIN Kabupaten Bekasi, turut hadir dan mendampingi Dewan Penasehat (Wanhat) yang merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, di antaranya H Yaman Edy Bair dan H. Minin. Kehadiran unsur Wanhat menjadi penguat nilai-nilai kebijaksanaan dan keseimbangan dalam proses organisasi.
Selain itu, turut hadir Wakil Ketua KADIN Kabupaten Bekasi Bidang Jasa Konstruksi yang juga menjabat sebagai Ketua GAPENSI Kabupaten Bekasi, H. Wasju, yang memberikan perspektif penting dari sektor jasa konstruksi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan peran aktif H. Apud Syaepudin dalam menjembatani komunikasi strategis, dukungan pemerintah daerah, serta kesiapan panitia, MUKAB KADIN Kabupaten Bekasi diyakini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya saing.
Semangat integritas dan kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan KADIN yang kredibel dan berpihak pada kemajuan dunia usaha serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.


+ There are no comments
Add yours