Kabupaten Bekasi — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai agenda buka puasa bersama yang digelar oleh PT Jababeka Tbk di Swiss-Belinn Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (9/3/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting di Kabupaten Bekasi, di antaranya Mayjen TNI (Purn) Sumardi sebagai Head Of City Council, perwakilan dari Polres Metro Bekasi, unsur Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, para camat dari wilayah Cikarang Timur, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Cikarang Utara, dan Cikarang Barat, serta para pejabat dinas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam momentum kebersamaan tersebut, banyak kalangan menilai sosok H. Enjum sebagai figur pemersatu yang mampu merangkul berbagai elemen masyarakat Kabupaten Bekasi di tengah dinamika sosial yang sempat menguji stabilitas nasional.

Penilaian tersebut tidak terlepas dari peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025 lalu, ketika berbagai daerah di Indonesia dilanda gelombang unjuk rasa, demonstrasi, bahkan kerusuhan yang berujung pada aksi penjarahan di sejumlah kota dan kabupaten. Namun situasi berbeda justru terlihat di Kabupaten Bekasi. Di tengah potensi gejolak yang sama, daerah ini tetap berada dalam kondisi kondusif, tanpa diwarnai aksi anarkis maupun eskalasi konflik sosial.
Menariknya, bahkan rencana aksi damai yang sempat diwacanakan oleh kalangan mahasiswa bersama sejumlah organisasi masyarakat di Kabupaten Bekasi pun akhirnya dibatalkan. Berbagai elemen masyarakat memilih jalan yang lebih menyejukkan dengan menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar menjaga persatuan, stabilitas, dan kedamaian di wilayah tersebut.
Fenomena damai tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Kondisi kondusif Kabupaten Bekasi lahir dari semangat kebersamaan berbagai pihak, mulai dari unsur TNI, POLRI, hingga seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen kuat menjaga harmoni sosial. Di tengah situasi tersebut, sosok H. Enjum disebut berperan aktif membangun komunikasi dan konsolidasi lintas kelompok.
Sebagai tokoh masyarakat, H. Enjum diketahui intens melakukan koordinasi dengan berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, LSM, kalangan mahasiswa, tokoh agama, hingga komunitas ojek online. Upaya tersebut kemudian melahirkan sebuah gerakan moral berupa deklarasi damai yang mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas Kabupaten Bekasi.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kepemimpinan sosial yang meneduhkan. Dengan pendekatan dialog, persuasif, dan penuh kebersamaan, H. Enjum berhasil membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga kedamaian adalah tanggung jawab bersama seluruh warga.
Karena itu, tidak sedikit kalangan menilai kehadiran H. Enjum menjadi simpul perekat yang mempertemukan berbagai perbedaan di tengah masyarakat. Sosoknya dianggap mampu menjembatani aspirasi berbagai kelompok sekaligus menumbuhkan semangat persatuan demi menjaga Kabupaten Bekasi tetap aman, damai, dan harmonis.


+ There are no comments
Add yours