Jayadi, Ketua PAMDI Karawang: Pelaku Seni Harus Berdiri di Garda Terdepan Menghapus Kekerasan terhadap Perempuan

Karawang — Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Karawang, Jayadi, menyampaikan seruan tegas terkait peringatan Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan tahun 2025. Ia menyatakan bahwa dunia seni dan hiburan memiliki tanggung jawab moral serta sosial untuk mengambil peran aktif dalam mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Jayadi menilai bahwa perempuan, khususnya mereka yang berkiprah di industri musik dan panggung hiburan, sering berada dalam posisi rentan. Karena itu, menurutnya, komunitas seni harus menjadi ruang yang aman, terhormat, dan beradab.

“Kekerasan terhadap perempuan adalah bentuk kemunduran moral dan ancaman terhadap nilai-nilai kebangsaan. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan, baik di masyarakat umum maupun di panggung hiburan. Kami di PAMDI berdiri tegas: perempuan harus mendapatkan rasa aman, kehormatan, dan perlindungan penuh,” tegas Jayadi.

Panggung Seni Harus Menjadi Ruang Aman dan Bermartabat

Sebagai pimpinan organisasi seni dangdut di Karawang, Jayadi menekankan bahwa musik dangdut merupakan budaya rakyat yang harus membawa pesan positif dan memperkuat karakter bangsa.

“Panggung seni bukan hanya tempat ekspresi, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Kalau kita membiarkan kekerasan, pelecehan, atau eksploitasi terjadi, berarti kita merusak martabat budaya itu sendiri. PAMDI berkomitmen menjadikan panggung dangdut sebagai ruang aman untuk semua, terutama perempuan,” ujarnya.

Dukung Penuh DPRD dan Pemerintah Perkuat Perlindungan

Jayadi juga menyampaikan dukungan penuh PAMDI terhadap upaya pemerintah, termasuk DPRD Kabupaten Bekasi maupun daerah lain, dalam mempercepat regulasi yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi perempuan dan anak.

“Kami di dunia seni mendukung penuh langkah-langkah legislasi, seperti Raperda Perlindungan Anak dan Perempuan. Regulasi seperti itu adalah bukti negara hadir. Dalam konteks kebangsaan, melindungi perempuan berarti melindungi masa depan bangsa,” tambahnya.

PAMDI Siap Bergerak Bersama: Edukasi, Pencegahan, dan Tindakan Nyata

Jayadi menyampaikan bahwa PAMDI Karawang siap terlibat dalam gerakan edukasi publik untuk menghapus stigma dan kekerasan terhadap perempuan. Menurutnya, para artis, musisi, dan pekerja panggung memiliki pengaruh besar dalam mengajak masyarakat lebih peduli.

“Pelaku seni punya suara yang didengar publik. Kami siap ikut mengedukasi masyarakat melalui panggung, kampanye publik, dan karya seni. Melindungi perempuan adalah tugas patriotik. Ini bukan sekadar isu sosial, tetapi tanggung jawab bersama sebagai warga bangsa,” kata Jayadi.

Ajakan untuk Seluruh Pelaku Seni di Karawang

Menutup pernyataannya, Jayadi mengajak seluruh penyanyi, musisi, kru panggung, dan komunitas seni di Karawang untuk bersikap tegas terhadap segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

“Tidak ada toleransi untuk kekerasan. Dunia seni harus menjadi contoh. Kita ingin Karawang menjadi daerah yang aman, kuat, dan bermartabat bagi perempuan. Ini perjuangan kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung nilai-nilai Pancasila,” tutupnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours