Pengecekan Pertumbuhan Jagung Program Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya di Sukamahi: Tanaman Tumbuh Subur, Panen Diperkirakan Mulai Januari 2026

Bekasi – Program Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya di lahan seluas 25 hektare di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Selasa (2/12/2025) pukul 07.00 WIB, Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, S.H., M.H. bersama Kanit Binmas Ipda Wowo S., Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto, dan petugas teknis lapangan Rudi, melakukan pengecekan langsung kondisi pertumbuhan tanaman jagung di area proyek.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pantauan rutin terhadap keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Metro Jaya bekerja sama dengan kelompok petani lokal.

Perkembangan Tanaman Jagung: Mayoritas Blok Tumbuh Optimal

Lahan seluas 25 hektare tersebut terbagi menjadi delapan blok, yang ditanami dalam dua tahap:

Tahap I – Luas 14 Hektare, Usia 72–73 Hari

Seluruh blok pada tahap pertama menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik:

Blok A: Usia 73 hari, bunga 100%, putren 90%.

Blok B: Usia 73 hari, bunga 100%, putren 100%, rata-rata dua tongkol per pohon.

Blok C: Usia 73 hari, bunga 100%, putren 100%.

Blok E: Usia 73 hari, bunga 100%, tanaman terlihat sangat subur.

Dengan kondisi pertumbuhan yang stabil, tanaman jagung yang normalnya dipanen pada usia 120 hari, bisa dipanen lebih cepat pada usia 100 hari jika cuaca panas mendukung.

Tahap II – Luas 11 Hektare, Usia 28–30 Hari

Blok F, G, dan H merupakan area penanaman tahap kedua. Tanaman di blok ini kini memasuki usia 30 hari dengan pertumbuhan yang dinilai sesuai harapan.

Penanaman Menggunakan Pola Terencana, Libatkan 30 Petani Lokal

Pengolahan lahan dimulai sejak 15 September 2025, disusul penanaman perdana di Blok B pada 18 September 2025. Penanaman terakhir dilakukan pada 20 Oktober 2025 di Blok H.

Program ini turut memberdayakan 30 petani lokal dari Kelompok Karya Tani Tembong Gunung, yang sehari-hari berprofesi sebagai petani padi, cabai, serta hortikultura. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting untuk meningkatkan kemandirian pangan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pertanian desa.

Benih Hibrida dan Teknik Pertanian Modern

Adapun benih yang digunakan dalam program ini merupakan benih hibrida Pendekar Sakti, bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Metode penyiraman memanfaatkan air tadah hujan yang ditopang oleh penggunaan mesin alkon dari empat embung air buatan yang disiapkan khusus.

Proses pemupukan dilakukan secara berkala, mulai dari penggunaan pupuk kandang di awal olah tanah, hingga aplikasi pestisida, ZPT, NPK 15–15, urea, serta PAC Nitrogen yang disalurkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.

Setiap hari, para petani melakukan perawatan intensif seperti pendangiran, perbaikan saluran air, penyemprotan nutrisi tanaman, serta penyiraman saat tidak turun hujan.

Panen Diperkirakan Mulai Pertengahan Januari 2026

Berdasarkan estimasi, jagung yang mulai ditanam pada 18 September 2025 dan memiliki masa tanam normal 120 hari, diperkirakan siap dipanen pada pertengahan Januari hingga akhir Februari 2026.

Progres Terbaru: Pemupukan Tahap Pertama Selesai di Tiga Blok

Pada Rabu, 26 November 2025, tim lapangan juga telah menyelesaikan pemupukan tahap pertama di Blok F, G, dan H. Kegiatan tersebut dibarengi dengan pendangiran serta perbaikan saluran air untuk memastikan suplai nutrisi dan distribusi air tetap optimal.

Program ketahanan pangan ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan pertanian terpadu, meningkatkan ketersediaan pangan, serta memperkuat sinergi antara kepolisian dengan masyarakat dalam pengelolaan lahan produktif.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours