Karawang – Suasana Kawasan Industri KIIC kembali memanas. Senin (1/12/2025), tiga organisasi kemasyarakatan besar—Laskar Merah Putih (LMP), XTC Indonesia, dan Gerakan Siliwangi Indonesia (GSI)—mendatangi PT TJ Forge Indonesia. Mereka menuntut penjelasan atas dugaan pemutusan kontrak sepihak terhadap salah satu vendor yang menurut mereka selama ini bekerja profesional dan menjaga kondusivitas lingkungan.

Vendor tersebut diberi alasan tidak mampu menjaga ketertiban lingkungan. Namun tiga ormas menilai alasan itu tidak realistis dan terkesan dibuat-buat. Lebih jauh, mereka mengendus dugaan adanya oknum internal perusahaan yang mencoba memainkan situasi untuk menggeser vendor lama demi kepentingan tertentu.
Dede Irvan, Sekretaris Divisi Timsus GSI, menegaskan bahwa dalih soal kondusivitas hanyalah tameng untuk menutupi kepentingan segelintir pihak.
“Alasan itu terlalu dipaksakan. Kami mendapatkan informasi kuat bahwa ada oknum di internal perusahaan yang mencoba bermain kotor dengan pihak luar. Ini tidak bisa dibiarkan karena merugikan vendor yang selama ini bekerja taat aturan,” tegas Dede.
Menurutnya, vendor yang kini terancam diputus kontraknya justru dikenal kooperatif dan memiliki rekam jejak baik dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis. Karena itu, langkah pemutusan kontrak sepihak—jika benar terjadi—sangat berpotensi merusak reputasi perusahaan.
Dalam momen audiensi tersebut, Ketua LMP Kabupaten Karawang, Wahyu, S.H., M.H., turut memberikan pernyataan tegas mewakili ketiga ormas. Ia menegaskan bahwa mereka akan berdiri di garis depan untuk membela pihak yang benar, termasuk vendor yang dinilai menjadi korban manuver oknum.
“Kami bertekad tidak akan pernah berhenti menyuarakan persoalan ini. Kami ingin memastikan keputusan akhir PT TJ Forge benar-benar bersih, objektif, dan tidak dipengaruhi kepentingan siapa pun. Hubungan kerja sama antara PT TJ Forge dan vendor sebelumnya harus tetap terjalin harmonis dan berjalan baik, tanpa ada gangguan dari pihak mana pun,” tegas Wahyu.
Wahyu menambahkan bahwa kehadiran tiga ormas bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan untuk menjaga marwah dunia usaha di Karawang agar tetap bersih dari praktik-praktik yang merugikan.
“Kalau ada oknum yang bermain, harus disingkirkan. Dunia industri di Karawang harus dijaga. Kami tidak ingin ada preseden buruk yang membuat perusahaan-perusahaan enggan bermitra dengan pihak lokal,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan tiga ormas masih melakukan audiensi dengan manajemen PT TJ Forge Indonesia. Mereka mendesak agar perusahaan membuka seluruh fakta secara transparan dan tidak mengambil keputusan yang merugikan salah satu pihak tanpa dasar jelas.


+ There are no comments
Add yours