Ribuan Langkah untuk Para Pendidik: Gerak Jalan Santai Hari Guru Nasional di AEON Mall Deltamas

Cikarang Pusat – Matahari baru saja naik ketika gelombang peserta berbaju olahraga mulai memenuhi Area Parkir Utara Zona G AEON Mall Deltamas, Minggu pagi, 30 November 2025. Udara sejuk itu menjadi pembuka bagi perhelatan Gerak Jalan Santai dalam rangka Hari Guru Nasional—sebuah kegiatan yang bukan hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga perayaan diam-diam atas keteguhan para pendidik mengawal masa depan.

Tema tahun ini, “Guru Hebat Indonesia Kuat”, bukan sekadar slogan yang bergema dari panggung. Ia hadir dalam antusiasme sekitar 500 orang guru dari berbagai jenjang—dari TK hingga SMP—yang datang sejak fajar, sebagian membawa keluarga, sebagian lainnya datang berkelompok dari sekolah masing-masing.

Di sudut lain area parkir, personel Polsek Cikarang Pusat tampak sudah berdiri di titik-titik yang mereka petakan sejak subuh. Kapolsek AKP Elia Umboh, SH, MH memimpin langsung pelayanan pengamanan, didampingi IPDA Wowo, AIPTU Marsudi, AIPTU Bambang, dan BRIPKA Riyo. Tanpa banyak sorotan, mereka mengatur alur massa dan memastikan kegiatan berjalan mulus—pengamanan yang tenang, penuh kesigapan, khas operasi lapangan yang sudah terlatih.

Pagi yang Menghimpun Banyak Wajah

Di antara para peserta, hadir pula sejumlah pejabat daerah. Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, datang dengan gaya sederhana, sesekali menyapa peserta yang mengenalinya. Di belakangnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Drs. H. Endin Samsudin, M.Si., dan Kepala Dinas Pendidikan, Imam Faturochman, S.T., M.Si—yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan—berjalan sambil berbincang dengan panitia.

Sebelum langkah-langkah para peserta berpencar di jalanan Deltamas, acara dibuka dengan senam peregangan. Lagu Indonesia Raya dikumandangkan, membuat seluruh area parkir seakan berhenti sebentar—sebuah penghormatan senyap bagi profesi yang kerap ditempatkan di garis depan namun acapkali berada di pinggiran perhatian.

Rute yang Menghidupkan Langkah

Pukul 06.15, Wakil Bupati Bekasi melepas peserta dari garis start. Rute yang ditempuh bukan sekadar jalur olahraga, tetapi rangkaian jalan yang menampilkan ritme kawasan Deltamas: keluar area parkir, menyusuri jalan belakang AEON Mall, melewati Japanese School, hingga kembali ke titik awal.

Para guru berjalan dalam kelompok-kelompok kecil—ada yang bercanda, ada yang sibuk berfoto, ada pula yang tampak menikmati pagi dengan langkah pelan namun pasti. Di beberapa titik, polisi berjaga, memberikan arahan lalu lintas dan memastikan tidak ada hambatan yang mengganggu irama kegiatan.

Kemeriahan yang Menutup Pagi

Sekitar pukul 08.00, para peserta mulai kembali ke titik finish. Peluh di wajah tak mengurangi kegembiraan mereka ketika pengundian doorprize diumumkan dari panggung utama. Sejumlah hadiah hiburan menjadi pelengkap suasana, meski pada akhirnya, sebagian besar peserta setuju bahwa yang paling penting dari kegiatan ini adalah kebersamaan yang terbangun.

Tidak ada insiden berarti. Situasi berlangsung aman, teduh, dan tertib. Seperti karakter sebuah pagi yang dikelola dengan baik.

Di balik keramaian itu, ada pesan yang secara halus mengendap: bahwa perayaan Hari Guru tak harus selalu mewah. Kadang, ia hanya butuh langkah-langkah kecil yang ditempuh bersama, rasa hormat yang disampaikan tanpa podium panjang, dan pengamanan yang bekerja tanpa banyak kata.

Gerak jalan santai ini mungkin hanya menempuh beberapa kilometer. Namun bagi ratusan guru yang hadir—serta para petugas yang menjaganya—pagi itu adalah perjalanan kecil yang mengingatkan bahwa pendidikan berjalan jauh lebih panjang daripada sekadar rute yang mereka lalui hari ini.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours