Jakarta — Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Dengan mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan,” forum strategis ini menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah pusat, BI, dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Kehadiran Wagub Erwan tidak sekadar representasi daerah, tetapi menegaskan tekad Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjadi bagian aktif dalam penguatan stabilitas ekonomi nasional. Sinergi pusat–daerah dinilai sebagai faktor kunci dalam memastikan efektivitas kebijakan fiskal dan moneter di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak cepat.
Ekonomi Jabar Tumbuh Positif, Sinergi Diperkuat
Jawa Barat mencatat pertumbuhan ekonomi 4,98% (yoy) pada triwulan I 2025—indikator yang menunjukkan daya tahan dan momentum pemulihan ekonomi daerah. Namun, sektor industri pengolahan sebagai tulang punggung perekonomian Jabar masih menghadapi hambatan pasar, baik domestik maupun internasional.
Erwan menegaskan, komitmen Jabar adalah menjaga optimisme sambil memperkuat fondasi.
“Pertemuan ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan visi pembangunan. Jawa Barat akan terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia demi menjaga stabilitas harga, memperluas akselerasi ekonomi daerah, dan meningkatkan daya saing industri,” ujar Erwan.
Penguatan UMKM Ekspor dan Ekonomi Syariah Jadi Strategi Jangka Panjang
Jawa Barat kini menempatkan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Program pendampingan UMKM ekspor yang digarap bersama BI Jabar menjadi langkah konkret untuk menembus pasar global dan memperluas diversifikasi ekonomi.
Sejalan dengan itu, Jabar mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah, yang kini berkembang sebagai sektor unggulan nasional. Jabar menatap potensi besar pada industri halal, keuangan syariah, dan inklusi ekonomi yang berkeadilan.
Menjawab Tantangan Global dengan Kebijakan Adaptif
Berbagai isu seperti perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, hingga volatilitas harga komoditas menjadi sorotan dalam PTBI 2025. Erwan menegaskan bahwa Jawa Barat siap mengadopsi kebijakan yang adaptif dan responsif guna menjaga stabilitas pertumbuhan di tingkat daerah.
“PTBI bukan hanya ritual tahunan, melainkan forum strategis untuk menata langkah ke depan. Jawa Barat siap melangkah memasuki 2026 dengan strategi yang lebih terukur, kolaboratif, dan berbasis ketahanan,” kata Erwan.
Implementasi Kebijakan Jadi Penentu Utama
Meski komitmen telah ditegaskan, Erwan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi bergantung pada implementasi di lapangan. Koordinasi lintas lembaga, konsistensi kebijakan, dan ketepatan pelaksanaan menjadi penopang utama keberhasilan agenda pembangunan Jabar.
Dengan spirit “Tangguh dan Mandiri” yang digaungkan BI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan langkah-langkah pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat.


+ There are no comments
Add yours