Ketua K3S Kota Bandung Sambut Baik Kehadiran GEMPAR Untuk Dunia Pendidikan Lebih Baik

3 min read

BANDUNG – Dunia pendidikan di Jawa Barat dan Khusus nya di Kota Bandung kembali mendapatkan angin segar dengan lahirnya organisasi GEMPAR (Gerakan Masyarakat Pendidikan Anti Korupsi). Organisasi ini langsung mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk Ketua K3S Sekolah Dasar Kota Bandung, Agus Supriyadi, yang menilai kehadiran GEMPAR sebagai momentum penting dalam memperkuat integritas dan budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan dasar.

Menurut Agus, GEMPAR muncul bukan sekadar sebagai organisasi baru, melainkan sebagai jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat pendidikan terhadap ruang advokasi yang kuat, independen, dan berpihak pada kepentingan publik.

“GEMPAR ini memang sudah lama ditunggu. Kita butuh mitra yang punya rekam jejak dan integritas tinggi, yang betul-betul memperjuangkan kebenaran dan kepentingan masyarakat pendidikan,” ujar Agus.

Agus menegaskan, selama ini banyak guru dan kepala sekolah menghadapi berbagai tantangan terkait tata kelola anggaran, regulasi, hingga ancaman kriminalisasi akibat kesalahpahaman aturan. Karena itulah, kehadiran GEMPAR diyakini mampu menjadi pagar sekaligus pencerahan, khususnya bagi para pendidik yang ingin bekerja dengan tenang, jujur, dan profesional.

Integritas Para Pendiri GEMPAR Jadi Alasan Utama Dukungan Mengalir

Tidak hanya karena programnya, GEMPAR mendapat apresiasi karena integritas para pendirinya yang telah lama dikenal publik sebagai sosok-sosok yang konsisten memperjuangkan keadilan dan menegakkan supremasi hukum.

Mereka tidak hanya hadir ketika ada kepentingan, tetapi selama ini aktif terjun langsung mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan hukum dan advokasi pendidikan. Konsistensi inilah yang membuat GEMPAR dipercaya akan menjadi gerakan yang bersih, tegas, dan tidak mudah diintervensi oleh kepentingan politik maupun golongan.

“Kami percaya GEMPAR akan membuat pendidik lebih berani, lebih paham aturan, dan lebih terlindungi. Para pendirinya punya rekam jejak panjang dalam perjuangan hukum. Ini yang membuat kami tidak ragu memberi dukungan,” lanjut Agus.

Jadi Mitra Kritis Pendidikan yang Membawa Harapan Baru

Ketua Umum GEMPAR, H. Zacky Satria, menyampaikan bahwa organisasi ini dibentuk sebagai mitra kritis bagi lembaga pendidikan — bukan hanya mengadvokasi, tetapi juga mengedukasi, mengawasi, dan memperkuat karakter antikorupsi mulai dari satuan pendidikan.

GEMPAR menargetkan lahirnya budaya baru di sekolah dasar: budaya yang lebih jujur, lebih transparan, lebih aman, dan bebas dari praktik penyimpangan.

“Kami hadir untuk memperkuat pendidik, bukan menakut-nakuti. Kami ingin sekolah-sekolah di Bandung menjadi lingkungan yang bersih dan berintegritas melalui pendampingan dan advokasi hukum yang profesional,” tegas Zacky.

Masyarakat Pendidikan Sambut GEMPAR Sebagai Napas Baru Transparansi

Kehadiran GEMPAR dinilai sebagai kabar baik bagi ribuan guru, tenaga pendidik, dan kepala sekolah yang selama ini membutuhkan pendampingan regulatif dan hukum yang jelas. K3S Kota Bandung berharap GEMPAR dapat terus berkembang dan menjadi energi baru bagi terciptanya tata kelola pendidikan yang bersih.

Dengan latar belakang para pendiri yang terkenal tegas, independen, dan berkomitmen tinggi terhadap kepentingan publik, GEMPAR dipandang bukan sekadar organisasi baru — melainkan gerakan moral yang telah lama ditunggu oleh dunia pendidikan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours