Erles Rareral S.H., M.H. Ajak Semua Pihak Menahan Diri dan Fokus pada Pembangunan Indonesia

2 min read

JAKARTA — Pengacara internasional Erles Rareral, S.H., M.H. kembali menyerukan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas nasional di tengah dinamika politik yang terus memanas. Ia mengajak seluruh elemen bangsa—elite politik, tokoh masyarakat, hingga warga biasa—untuk menahan diri dan mengedepankan kepentingan Indonesia di atas segalanya.

Menurut Erles, beberapa isu yang belakangan berkembang di ruang publik, termasuk polemik seputar dokumen akademik Presiden Joko Widodo hingga diskusi mengenai posisi Gibran Rakabuming Raka, seharusnya tidak menjadi pemicu perpecahan nasional. Ia menekankan, perdebatan memang bagian dari demokrasi, namun tidak boleh melahirkan retakan sosial yang menggerus rasa kebersamaan.

“Perbedaan pandangan itu wajar, tetapi jangan sampai kita terjebak dalam narasi yang memecah belah. Bangsa ini akan maju jika kita menahan diri, saling menghormati, dan kembali fokus pada pembangunan Indonesia,” ujar Erles.

Butuh Figur Penengah yang Berintegritas Tinggi

Dalam pandangannya, situasi politik nasional membutuhkan sosok penengah yang memiliki kredibilitas moral, rekam jejak bersih, dan kemampuan merangkul seluruh kelompok. Erles bahkan menyebut nama tokoh agama nasional Prof. Nasaruddin Umar sebagai figur yang tepat untuk mengisi ruang kepemimpinan yang menyeimbangkan kekuatan militer dan spiritual.

“Negara ini butuh harmoni. Kita memerlukan sinergi pemimpin yang kuat secara kapasitas, tetapi juga luhur secara moral. Kombinasi itu penting bagi arah pembangunan nasional,” tegasnya.

Menurut Erles, formula kepemimpinan yang memadukan ketegasan dan kebijaksanaan keagamaan akan memberikan stabilitas sekaligus ketenangan bagi publik.

Ajak Publik Tidak Mudah Terprovokasi

Erles juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada informasi yang tidak jelas sumbernya, apalagi narasi provokatif yang sengaja ditiupkan oleh pihak berkepentingan. Ia menekankan pentingnya literasi publik dan sikap kritis sebelum menerima atau menyebarkan sebuah informasi.

“Jangan biarkan perbedaan pilihan politik memutus silaturahmi. Kita semua tetap satu keluarga besar: bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Fokus pada Pembangunan, Bukan Konflik

Sebagai penutup, Erles menegaskan bahwa Indonesia sedang berada pada momentum penting menuju lompatan kemajuan. Potensi besar bangsa ini, katanya, akan terhambat jika energi masyarakat terus habis untuk percekcokan politik yang tidak produktif.

“Mari fokus pada apa yang bisa kita bangun, bukan pada apa yang memecah-belah. Indonesia membutuhkan persatuan, kerja keras, dan kolaborasi semua pihak,” tegas Erles.

Seruan Erles ini menjadi refleksi penting di tengah derasnya arus informasi dan dinamika politik nasional. Ajakan untuk menjaga persatuan, menahan diri, dan fokus pada pembangunan kembali menggema sebagai pesan moral yang layak direnungkan seluruh elemen bangsa.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours