Karawang — Warga di sekitar kawasan RSUD Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, angkat bicara menepis tudingan miring terkait pembangunan drainase di depan rumah sakit tersebut yang disebut-sebut dikerjakan secara asal-asalan.
Menurut mereka, pemberitaan negatif itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Warga justru melihat langsung keseriusan pelaksanaan proyek dan manfaat nyata yang sudah mulai dirasakan dengan adanya proyek pengerjaan U-Ditch yang dilaksanakan oleh CV.Aspirasi Luhur.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Are, yang juga dikenal sebagai aktivis Ormas GMPI, mengatakan bahwa proyek drainase tersebut sudah lama dinantikan warga karena kawasan depan RSUD kerap tergenang air saat hujan, hingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pasien yang datang berobat.
> “Kami yang setiap hari melintas di sini tahu persis kondisinya. Sekarang air sudah jauh lebih lancar dan area depan rumah sakit terlihat lebih rapi. Kalau sempat ada genangan saat pekerjaan berlangsung, itu hal wajar karena prosesnya memang belum rampung. Tapi hasilnya sudah sangat terlihat,” ujar Are, Kamis (17/10/2025).
Hal senada disampaikan oleh seorang pemilik warung di depan RSUD, yang menilai proyek tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam penataan lingkungan dan kelancaran akses jalan.
> “Dulu kalau hujan, air sering menggenang sampai depan warung. Sekarang sudah tidak lagi, karena salurannya dibenahi. Jadi kalau ada yang bilang proyek ini ‘acakadut’, itu jelas salah besar. Kami justru bersyukur dan mendukung penuh pembangunannya,” tuturnya.
—
Warga Dukung Pembangunan dan Tolak Informasi Hoaks
Warga sekitar sepakat bahwa proyek drainase di depan RSUD Rengasdengklok merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur dasar di kawasan padat aktivitas. Mereka menegaskan, pemberitaan yang tidak berdasar justru berpotensi menghambat pembangunan.
Suparman (60), warga Rengasdengklok Selatan, menilai isu yang tidak benar dapat menciptakan persepsi negatif terhadap proyek-proyek pemerintah di Karawang.
> “Kalau banyak berita yang diduga hoaks seperti itu, justru bisa menghambat pekerjaan. Padahal, yang paling dirugikan nanti bukan pemerintah atau kontraktor, tapi masyarakat sendiri yang membutuhkan saluran air dan jalan yang bagus,” ujarnya.
Sementara Hendra (40), warga lainnya, menambahkan bahwa pihak luar seharusnya tidak membuat penilaian sepihak tanpa melihat langsung kondisi di lapangan.
> “Kami di sini melihat sendiri bagaimana pekerjaannya berjalan. Alat beratnya ada, pekerjanya juga aktif setiap hari. Jadi kalau diberitakan sembarangan, yang rugi ya masyarakat Karawang sendiri karena pembangunan bisa tertunda,” tegasnya.
—
Masyarakat Minta Media Berimbang dan Jaga Kondusivitas
Warga juga mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga keseimbangan informasi. Mereka berharap pemberitaan soal pembangunan tidak bersifat provokatif, melainkan mendidik dan memberi ruang bagi klarifikasi.
> “Media itu punya tanggung jawab sosial. Kalau berita yang disampaikan tidak sesuai fakta, dampaknya bisa besar terhadap kepercayaan publik. Kami minta media ikut menjaga kondusivitas agar pembangunan di Karawang bisa berjalan lancar,” ujar Are menambahkan.
—
Penutup
Dengan berbagai kesaksian warga, tudingan yang menyebut proyek drainase di depan RSUD Rengasdengklok “acakadut” terbukti tidak sesuai kenyataan di lapangan.
Sebaliknya, masyarakat justru merasakan manfaat langsung dari proyek tersebut dan berharap pembangunan dapat terus dilanjutkan hingga selesai.
Warga menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan harus lebih kuat dari suara-suara negatif, karena pada akhirnya, yang paling diuntungkan dari keberhasilan proyek ini adalah masyarakat Karawang sendiri.


+ There are no comments
Add yours