FWJ Indonesia Serukan Aksi Damai, Desak Wali Kota Tangerang Bertanggung Jawab atas Dampak Pembangunan Perumahan Komersial

2 min read

Tangerang – Gelombang suara masyarakat yang terdampak akibat proyek pembangunan perumahan komersial Sutera Rasuna semakin menguat. Warga menilai pembangunan tersebut telah menimbulkan berbagai dampak lingkungan yang signifikan, termasuk gangguan kenyamanan dan perubahan tata aliran air di beberapa wilayah sekitar proyek.

Menanggapi hal itu, Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia menyatakan akan menggelar aksi damai pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 13.30 WIB di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas sekaligus dorongan moral kepada Pemerintah Kota Tangerang agar segera mengambil langkah konkret dan bertanggung jawab terhadap dampak yang dialami masyarakat.

Ketua Umum FWJ Indonesia, dalam seruannya, menyampaikan bahwa aksi ini akan diikuti oleh seluruh elemen organisasi, mulai dari DPD Provinsi Banten, DPD Jakarta, hingga berbagai Koordinator Wilayah (Korwil) seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bekasi Kota, Bekasi Kabupaten, Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Tangerang Kabupaten, hingga Tangerang Kota.

“Kami mengajak seluruh anggota dan pengurus FWJ Indonesia untuk turun bersama masyarakat dalam aksi damai ini. Ini bukan sekadar protes, tetapi panggilan moral agar pemerintah mendengar dan menindaklanjuti keluhan warga yang terdampak,” ujar salah satu perwakilan FWJ Indonesia.

Pembangunan Sutera Rasuna yang disebut-sebut masih satu grup usaha dengan pengembang besar Alam Sutera milik The Ning King, diduga belum sepenuhnya menyelesaikan tanggung jawab atas dampak Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Warga berharap, Pemerintah Kota Tangerang bersama pihak pengembang dapat duduk bersama mencari solusi terbaik agar kegiatan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan dan kenyamanan masyarakat.

FWJ Indonesia menegaskan bahwa aksi yang akan digelar bersifat damai dan konstruktif, dengan tujuan mendorong dialog terbuka antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat terdampak.

“Kita ingin memastikan bahwa suara rakyat didengar. Tanggung jawab sosial dan lingkungan tidak boleh diabaikan dalam setiap pembangunan. Maju bersama berarti juga melindungi warga dari dampak yang ditimbulkan,” tegas FWJ Indonesia dalam pernyataannya.

Dengan semangat solidaritas, FWJ Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal jalannya pembangunan yang berkeadilan, ramah lingkungan, dan berpihak pada kepentingan warga Kota Tangerang.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours