Warga Karawang Selatan Dibohongi ! Jembatan PT Jui Shin Disebut Ilegal, Pemkab dan Pemprov Jangan Jadi Penonton

2 min read

KARAWANG – Janji manis yang dilontarkan PT Jui Shin Indonesia (JSI) sejak 2012 kini terbukti hanya kebohongan publik. Jembatan megah di atas Sungai Cibeet yang diklaim akan menjadi akses masyarakat umum, ternyata hanyalah proyek culas demi kepentingan industri semata. Masyarakat Karawang Selatan kembali jadi korban tipu daya.

Aktivis senior Karawang Selatan, Ujang Nur Ali (UNA), dengan lantang menyebut bahwa keberadaan jembatan itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Lebih dari satu dekade, warga dibuai dengan janji kesejahteraan, tapi yang didapat justru penderitaan: jalan rusak, puluhan nyawa melayang akibat kecelakaan, dan nihil kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini bukan sekadar kebohongan, tapi perampasan hak rakyat. Dulu katanya untuk masyarakat umum, faktanya hanya untuk memuluskan bisnis pabrik. Warga dibohongi secara telanjang, sementara pemerintah hanya diam menonton,” tegas UNA kepada swarajabar.id.

Fakta Mengerikan: Jembatan Tak Berizin!

Yang lebih memalukan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melalui surat resmi tertanggal 21 Agustus 2025 menegaskan bahwa jembatan PT JSI tidak memiliki izin. Artinya, jembatan yang berdiri kokoh di atas sungai besar itu adalah bangunan ilegal!

“Bayangkan, bangunan sebesar itu berdiri tanpa izin, tanpa AMDAL, tanpa ANDALALIN. Kalau rakyat kecil yang bikin jembatan kecil saja bisa langsung ditindak. Tapi kalau perusahaan besar? Kenapa bisa dibiarkan?” cetus UNA dengan nada geram.

Pemerintah Diduga Tutup Mata

Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: di mana peran Pemkab Karawang dan Pemprov Jawa Barat? Bagaimana mungkin sebuah perusahaan bisa seenaknya membangun jembatan ilegal selama 13 tahun tanpa tersentuh hukum? Apakah ada pembiaran? Atau justru ada “permainan” di balik layar?

Ultimatum: Bongkar atau Lawan!

UNA mendesak agar pemerintah tidak lagi menjadi boneka yang hanya mengangguk di hadapan kepentingan korporasi. Menurutnya, jembatan ilegal itu harus segera dibongkar, tanpa kompromi. Jika tidak, solusi paling logis adalah membangun jalan khusus industri di wilayah Bekasi, agar Karawang tidak lagi menanggung beban kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

“Cukup sudah rakyat Karawang Selatan jadi tumbal. Kalau pemerintah masih bungkam, jangan salahkan bila rakyat akan turun tangan. Kita akan lawan keserakahan ini dengan gerakan rakyat!” tandas UNA dengan suara lantang.

🔥 Catatan tajam swarajabar.id: Kasus Jembatan PT Jui Shin adalah potret telanjang bagaimana korporasi bisa mempermainkan aturan, sementara rakyat dibiarkan menderita. Saatnya pemerintah menunjukkan keberanian: berpihak pada rakyat atau terus jadi penonton yang pengecut.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author