Karawang – Situasi bangsa yang belakangan ini dinilai memprihatinkan, turut menjadi perhatian serius para tokoh lintas agama di Kabupaten Karawang. Menyikapi dinamika tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Karawang, H. Deden Permana, langsung melakukan konsolidasi dengan berbagai organisasi keagamaan. Hasilnya, lahirlah sebuah pernyataan sikap bersama yang ditandatangani oleh sembilan organisasi besar lintas agama di Karawang.
Dalam pernyataan sikap tersebut, H. Deden Permana menegaskan bahwa duka yang dirasakan masyarakat Indonesia juga menjadi duka Karawang. Tragedi wafatnya Affan Kurniawan menjadi titik keprihatinan yang harus diusut secara adil dan transparan.
Adapun butir-butir pernyataan sikap bersama itu adalah sebagai berikut:
1. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya saudara Affan Kurniawan. Kami mendesak agar peristiwa ini diusut secara tuntas, transparan, dan petugas yang terlibat harus bertanggung jawab.
2. Kepada masyarakat Karawang, kami menghimbau untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta bersama-sama menjaga kondusifitas agar Karawang tetap menjadi Pangkal Perjuangan dalam menjaga stabilitas Republik Indonesia.
3. Kepada para pemimpin bangsa, baik di pemerintahan maupun DPR RI, kami menyerukan agar lebih berhati-hati dalam bersikap, berucap, maupun bertindak, sehingga tidak menyinggung perasaan rakyat dan tidak memperkeruh suasana kebangsaan.
4. Mendukung penuh langkah pemerintah, Kepolisian, dan TNI di setiap tingkatan untuk menjaga kedamaian, keamanan, dan ketertiban bersama, demi tegaknya keadilan dan persatuan bangsa.
Pernyataan sikap ini ditandatangani oleh:
1. PCNU Kabupaten Karawang
2. PD Muhammadiyah Kabupaten Karawang
3. PD PERSIS Kabupaten Karawang
4. DPD LDII Kabupaten Karawang
5. Al-Irsyad Kabupaten Karawang
6. Matlaul Anwar Kabupaten Karawang
7. Persekutuan Gereja Indonesia se-Kabupaten Karawang
8. Majelis Budhis Indonesia Kabupaten Karawang
9. Majelis Konghucu Indonesia Kabupaten Karawang
H. Deden Permana menegaskan, suara kebersamaan lintas organisasi keagamaan ini lahir dari keterpanggilan moral sebagai bagian dari anak kandung Republik Indonesia. “Kami hadir untuk menjaga persaudaraan, menenangkan masyarakat, sekaligus mengingatkan semua pihak agar mengedepankan persatuan dan keadilan,” ujarnya.
Pernyataan sikap bersama ini diharapkan mampu menjadi penyejuk di tengah suasana kebangsaan yang memanas, sekaligus menjadi bukti bahwa Karawang tetap berdiri di garda terdepan menjaga harmoni, perdamaian, dan nilai luhur Pancasila.
