Putih Sari: Prabowo Subianto Adalah Teladan Pemimpin yang Menjaga Teguh Empat Pilar Kebangsaan

Karawang – Minggu, 29 Juni 2025
Dalam rangka memperkuat rasa kebangsaan dan memperkokoh persatuan, drg. Hj. Putih Sari, M.M., Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, memimpin langsung kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan masyarakat Desa Darawolong, Kabupaten Karawang.

Di hadapan para peserta, drg. Putih Sari menyampaikan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI — yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai fondasi kokoh dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai anggota DPR/MPR RI, saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk terus mengingatkan masyarakat akan keberadaan Empat Pilar ini. Ini bukan sekadar materi formal, tapi ini adalah dasar hidup kita bersama sebagai bangsa,” ungkapnya dalam penyampaian yang disambut antusias peserta.

Putih Sari menekankan bahwa dalam rentang sejarah bangsa Indonesia, dari masa perjuangan kemerdekaan hingga kini, bangsa ini telah melewati berbagai tantangan besar — mulai dari penjajahan, revolusi fisik, era reformasi, hingga pandemi. Namun satu hal yang tetap membuat Indonesia kokoh dan tidak terpecah adalah keberadaan Empat Pilar yang terus dipegang dan dijaga bersama.

> “Kita patut bersyukur, setelah 80 tahun merdeka, Indonesia masih berdiri tegak sebagai negara kesatuan. Ini karena kita punya pedoman bersama yang mempersatukan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Putih Sari juga menyinggung pentingnya Empat Pilar dalam menjaga kondusivitas nasional, terutama saat masa-masa krusial seperti Pemilu dan Pilkada yang rentan dengan polarisasi dan konflik horizontal. Dalam konteks ini, ia mengangkat teladan dari sosok Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto.

Menurutnya, Prabowo adalah sosok negarawan sejati yang telah membuktikan komitmennya terhadap persatuan dan prinsip kebangsaan. Meski pernah beberapa kali mengalami kekalahan dalam kontestasi politik, Prabowo tetap mengedepankan keutuhan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

> “Setelah kalah dalam pemilu, beliau tidak memecah belah bangsa, tapi justru menyatukan diri dalam pemerintahan Presiden Jokowi. Itu bentuk nyata komitmen beliau terhadap Empat Pilar MPR RI,” ujar Putih Sari sebagaimana dikutip oleh tokoh masyarakat.

Langkah Prabowo itu, lanjutnya, mencerminkan karakter pemimpin yang rela menurunkan ego politik demi cita-cita besar: menjaga persatuan dan kemajuan Indonesia. Dan hari ini, di bawah kepemimpinan beliau sebagai Presiden RI, semangat Empat Pilar kembali diteguhkan sebagai arah utama pembangunan nasional.

Lebih jauh, Putih Sari mengingatkan bahwa semangat bersatu sebenarnya telah diwariskan oleh para pendiri bangsa sejak masa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang kemudian berujung pada kemerdekaan 17 Agustus 1945. Proses itu memakan waktu panjang, hampir dua dekade perjuangan, demi satu tujuan bersama: berdirinya negara kesatuan yang merdeka dan berdaulat.

> “Para pendiri bangsa telah menanamkan nilai-nilai persatuan jauh sebelum Indonesia merdeka. Kita sebagai generasi penerus harus menjaga warisan ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi dialog interaktif antara peserta dan pemateri. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kebangsaan masih sangat tinggi, dan harus terus dipelihara — tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh komponen masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini