Raihan Al Fatah, Staf Kejari Karawang yang Tak Pernah Letih Menebar Kebaikan

2 min read

Raihan Al Fatah, Staf Kejari Karawang yang Tak Pernah Letih Menebar Kebaikan
Dari Kantor Kejaksaan ke Jalanan, Dari Pegawai Kejaksaan ke Penolong Kemanusiaan

Karawang – Di balik kesibukannya sebagai staf di Kejaksaan Negeri Karawang, Muhammad Raihan Al Fatah membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu terikat pada tugas dan jabatan. Sosok muda ini juga dikenal sebagai pendiri dan pemimpin Rai Medical Team Karawang, tim relawan medis yang aktif merespons berbagai kondisi darurat di wilayah Karawang.

Kisah kepedulian Raihan kembali terlihat pada Kamis sore, 7 Mei 2025. Dalam perjalanan pulang dari kantor, ia menerima kabar dari grup WhatsApp Komunitas Ambulans tentang kecelakaan maut di Jalan Raya Klari, tepat di depan Masjid Al-Kasiah, Desa Gintungkerta, Kecamatan Klari. Tanpa berpikir panjang, Raihan menyalakan sirine ambulans pribadinya dan segera meluncur ke lokasi.

Di lokasi kejadian, ia menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka parah di wajah dan kepala. Raihan langsung mengevakuasi jenazah ke Instalasi Forensik RSUD Karawang. Tak hanya itu, ia juga membantu keluarga korban mengurus seluruh administrasi hingga mengantar jenazah ke rumah duka untuk disemayamkan.

Kepedulian Raihan menyentuh banyak hati, termasuk tokoh masyarakat Desa Gintungkerta, H. Mulyadi, yang menyampaikan apresiasinya:

> “Di tengah zaman yang serba sibuk dan individualis, masih ada anak muda seperti Raihan yang dengan tulus menolong sesama. Ia bukan hanya membanggakan keluarganya, tapi juga menjadi inspirasi bagi warga Karawang. Kami mendoakan agar Allah membalas setiap langkah kebaikannya,” ujarnya haru.

Raihan sendiri selalu mengingatkan pentingnya niat tulus dalam membantu sesama. “Teruslah berbuat baik kepada siapapun dan di manapun, karena dalam berbuat baik terdapat satu kebahagiaan,” begitu kata yang senantiasa ia sampaikan kepada tim dan masyarakat sekitar.

Kisah Muhammad Raihan Al Fatah adalah gambaran nyata bahwa kebaikan tak perlu menunggu momen besar. Ia mengajarkan, bahkan di tengah rutinitas sebagai abdi negara, masih ada ruang untuk menolong, melayani, dan memberi harapan bagi yang sedang dalam kesulitan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author