Karawang – Swarajabar.id
Di tengah hiruk pikuk kehidupan dunia, Advokat senior Karawang, H. Ujang Suhana, S.H., mengajak masyarakat untuk sejenak merenung dan mengingat kembali hakikat sebagai manusia. Lewat sebuah pesan sederhana namun penuh makna yang ia beri judul “Siapa Sebenarnya Kita Ini”, H. Ujang mengingatkan bahwa sebesar apa pun pencapaian kita di dunia, semuanya akan kembali kepada Allah.
“Seangkuh dan sehebat apa pun kita, dahi ini akan tetap bersujud di hamparan sajadah. Sepandai dan setinggi apa pun jabatan kita, semua akan kembali ke masyarakat dan ke tanah,” tulisnya dalam pesan yang ia sampaikan pada Rabu pagi (16/4/2025).
Renungan tersebut menggarisbawahi bahwa jabatan, kekayaan, kecantikan, hingga kekuatan fisik hanyalah titipan yang tidak abadi. Pada akhirnya, setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta, sendirian, hanya membawa amal dan bekal kehidupan.
“Sekaya apa pun harta kita, tidak ada yang bisa kita bawa saat menghadap Ilahi. Bahkan, kendaraan terakhir yang akan kita naiki—yakni keranda—adalah satu-satunya yang tak pernah membawa penumpangnya kembali,” ucap Ujang dalam pesannya yang bernuansa spiritual.
Menurutnya, kesadaran akan kefanaan hidup seharusnya menumbuhkan sifat rendah hati dan menjauhkan manusia dari kesombongan. Terlebih bagi para pemangku jabatan, Ujang berharap agar kekuasaan tak membuat lupa diri.
“Jabatan Presiden, Gubernur, Wali Kota, Bupati, sampai Kepala Desa, semua akan kembali ke masyarakat. Tidak ada yang abadi. Maka yang abadi hanyalah amal dan bekal menuju akhirat,” tegasnya.
Dengan gaya tutur khas yang tenang namun menyentuh, H. Ujang Suhana berharap pesannya dapat menjadi pengingat bagi siapa pun yang membacanya. Ia menutup renungannya dengan satu pertanyaan mendalam: “Sudah siapkah bekal kita?”
Pesan ini menyentil sisi terdalam manusia—bahwa dalam dunia yang terus berubah dan penuh ambisi, kita tetaplah makhluk Allah yang suatu hari akan kembali kepada-Nya.
Aamiin ya robbal ‘alamiin.

