Pengamanan Aksi Unjuk Rasa LSM TRINUSA di Kabupaten Bekasi Berlangsung Humanis dan Profesional

3 min read

Kabupaten Bekasi — Aparat gabungan dari Polres Metro Bekasi bersama unsur TNI, Satpol PP, dan pengamanan internal melaksanakan Apel Kegiatan Pelayanan Pengamanan dalam rangka aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh LSM TRIGA NUSANTARA INDONESIA (TRINUSA) di kawasan Kompleks Pemerintah Daerah dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan apel pengamanan tersebut dilaksanakan sejak pukul 08.00 WIB di Gerbang Patung Golok, Kompleks Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dalam memastikan jalannya penyampaian aspirasi masyarakat tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, S.H., M.H., selaku Kapam Objek, dengan melibatkan sekitar 225 personel gabungan yang terdiri dari personel Polres Metro Bekasi dan Polsek jajaran sebanyak 120 personel, Brimob Batalyon D sebanyak 80 personel, Satpol PP 15 personel, serta 10 personel Pamdal.

Dalam arahannya saat apel, AKP Elia Umboh menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, serta marwah institusi Polri dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan. Seluruh personel diminta untuk senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menghadapi massa aksi.

“Kegiatan pengamanan ini bukan semata-mata menjaga ketertiban, namun juga memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum dapat berlangsung dengan aman dan sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya dalam arahan apel.

Ia juga menekankan agar seluruh personel menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), serta menjaga komunikasi yang baik dengan peserta aksi guna menghindari potensi kesalahpahaman maupun gesekan di lapangan.

Pola pengamanan yang diterapkan meliputi pengamanan terhadap orang, barang, lokasi kegiatan, jalur lintasan massa aksi, hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar Kompleks Pemda dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.

Selain itu, seluruh personel dilarang membawa maupun menggunakan senjata api selama pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa. Penggunaan alat khusus pun ditegaskan hanya dapat dilakukan atas instruksi Kapam Objek sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan tugas, aparat pengamanan juga diarahkan untuk mengutamakan langkah negosiasi, pendekatan dialogis, serta membangun komunikasi yang sejuk dan konstruktif dengan para peserta aksi sebagai bentuk implementasi pelayanan kepolisian yang Presisi.

AKP Elia Umboh turut mengingatkan seluruh personel agar tetap berada pada ploting masing-masing hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dan dilaksanakan apel konsolidasi sebagai bagian dari evaluasi pengamanan.

Kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa tersebut menjadi cerminan sinergitas antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi, sekaligus menunjukkan komitmen aparat dalam mengawal demokrasi secara profesional, humanis, dan berkeadaban.

Dengan pengamanan yang terukur dan pendekatan yang persuasif, diharapkan seluruh proses penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung damai, tertib, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum di tengah kehidupan bermasyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours