Karawang — Rencana pendirian tempat hiburan malam (THM) di eks Karawang Theatre, Jalan Tuparev, yang disebut-sebut akan mengusung label “Holywings,” memantik gelombang penolakan keras dari GIBAS JAYA, ormas nasionalis yang dikenal mencintai nilai-nilai Islam dan peduli terhadap masa depan generasi muda.
Sekjen DPP GIBAS JAYA, Agus, menyebut proyek ini sebagai langkah yang “mencoreng martabat Karawang” dan “mengancam karakter generasi muda.” “Ini bukan sekadar bisnis hiburan. Ini serangan terhadap nilai-nilai kita. Jalan Tuparev adalah ikon Karawang, kebanggaan kota santri. Membangun THM di sini adalah bentuk pengkhianatan terhadap jati diri kita sendiri,” tegas Agus.
Ia mengingatkan bahwa dampak negatif THM tidak bisa dianggap remeh: pergeseran budaya lokal, perilaku hedonis yang destruktif, hingga kriminalitas dan konflik sosial. Agus juga menyoroti risiko munculnya pola pikir permisif—masyarakat yang rela menghalalkan segala cara demi mengejar kesenangan instan. “Jika ini dibiarkan, generasi muda kita bisa kehilangan arah, kehilangan karakter, dan Karawang akan berubah menjadi lingkungan hedonis yang rapuh,” ujarnya.
Lokasi THM yang berdekatan dengan masjid, klenteng, dan gereja juga disebut sebagai pemicu potensial ketegangan antarwarga. “Memaksakan proyek ini di pusat kota bukan hanya tidak sensitif, tapi juga sembrono dan berbahaya bagi harmoni sosial Karawang,” tambahnya.
Agus secara terbuka mempertanyakan sikap pemerintah daerah. “Kami menunggu langkah tegas. Jika pemerintah daerah hanya diam atau apatis, masyarakat berhak mempertanyakan: di pihak siapa mereka berdiri—membela identitas dan masa depan Karawang, atau membiarkan nilai-nilai kita dikorbankan?” ujarnya dengan nada keras.
GIBAS JAYA menegaskan akan terus menggalang dukungan publik untuk menolak rencana tersebut. Agus menyatakan bahwa suara masyarakat tidak boleh diabaikan: “Ini saatnya warga Karawang berdiri untuk menjaga kota ini, budayanya, dan generasi mudanya. Jangan biarkan Karawang terjerumus dalam pusaran hedonisme dan kehilangan jati dirinya.”


+ There are no comments
Add yours