KARAWANG – Janji adalah utang, dan bagi H. Margono, A.Md., Kepala Desa Mulyasari, janji itu adalah nazar yang harus ditunaikan. Dalam bukti nyata kepemimpinan yang berlandaskan keikhlasan dan integritas, H. Margono memberangkatkan 34 orang perwakilan dari perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan untuk menunaikan ibadah Umroh bersama, Jumat (25/7/2025).

Agenda ini merupakan nazar pribadi H. Margono sejak awal menjabat sebagai kepala desa: jika diberi kelancaran dan keberkahan dalam memimpin, ia akan membawa jajaran pemerintahan desa ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah Umroh. Nazar itu kini ditepati. Ia tidak hanya memimpin dengan perintah dan kebijakan, tetapi dengan teladan nyata dan konsistensi antara kata dan perbuatan.
“Alhamdulillah, nazar ini akhirnya dapat saya tunaikan tahun ini. Ini bukan hanya perjalanan spiritual, tapi juga komitmen saya sebagai pemimpin. Saya ingin memberi pesan, bahwa pemimpin desa bukan hanya soal membangun infrastruktur, tapi juga membangun jiwa dan menjaga janji,” ujar H. Margono sebelum keberangkatan.

Rombongan dilepas dari halaman Kantor Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, dalam suasana khidmat yang disaksikan keluarga dan masyarakat. Tangis haru, doa, dan kebanggaan menyelimuti momen sakral itu. Keberangkatan ini juga menjadi bentuk penguatan silaturahmi antarperangkat desa dan lembaga desa, serta sebagai bentuk ikhtiar membangun pemerintahan desa yang religius, santun, dan berjiwa sosial tinggi.
Forkopimcam Turut Serta: Simbol Persatuan dan Harmoni
Menariknya, dalam rombongan Umroh ini turut serta Camat Ciampel H. Agus Sugiono, S.Sos., dan Kapolsek Ciampel AKP Hasanudin. Kehadiran dua unsur Forkopimcam ini menunjukkan solidaritas lintas sektor pemerintahan dalam membangun nilai spiritual dan kebersamaan.
> “Ini langkah yang luar biasa dari seorang kepala desa. Kepemimpinan yang mampu menepati janji dengan tindakan konkret dan membawa manfaat luas. Ini bukan hanya perjalanan ibadah, tapi pendidikan moral bagi kita semua,” kata Camat Agus Sugiono.
Kapolsek Ciampel, AKP Hasanudin, juga mengapresiasi agenda ini sebagai salah satu cara efektif membangun sinergi antarinstansi dan masyarakat.
> “Kegiatan seperti ini memperkuat empati dan rasa memiliki antar unsur pemerintahan. Inilah modal sosial yang sangat penting dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Doa untuk Desa, Harapan untuk Masyarakat
H. Margono mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan ibadah Umroh ini sebagai momentum saling mendoakan, mempererat persaudaraan, dan menyatukan harapan.
> “Semoga Desa Mulyasari semakin maju, masyarakatnya sehat, sejahtera, dan penuh keberkahan. Mari kita saling mendoakan, saling menguatkan, agar pemerintahan desa ini tetap menjadi pelayan masyarakat yang amanah,” tuturnya penuh harap.
Teladan Bagi Pemimpin Desa Lainnya
Langkah H. Margono ini menjadi preseden positif, bahwa kepemimpinan desa bisa dibangun di atas nilai spiritual, keikhlasan, dan keteladanan. Nazar bukan sekadar janji, tetapi menjadi pijakan moral untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan hati rakyat.
Di tengah zaman di mana janji politik kerap diabaikan, H. Margono menunjukkan bahwa masih ada pemimpin yang ucapannya bisa dipegang, dan yang memimpin dengan hati, bukan hanya kebijakan.

