Depok, SWARA JABAR – Lebaran Depok merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Depok yang bekerja sama dengan KOOD (Kumpulan Orang-Orang Depok) sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas masyarakat Depok. Acara yang bertajuk Pawai Budaya Lebaran Depok ini digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-26 Kota Depok, di Alun-alun Kota Depok, Sabtu (17/5).
Kegiatan yang bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi, adat istiadat, serta seni budaya khas orang Depok yang mulai tergerus oleh modernisasi dan perubahan zaman.
Sebagai kota dengan masyarakat yang heterogen dan berasal dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan adat istiadat, Kota Depok memerlukan ruang ekspresi budaya yang mampu merekatkan keberagaman dalam bingkai persatuan.

Lebaran Depok menjadi media informasi, edukasi, dan apresiasi terhadap budaya lokal yang tidak hanya ditujukan kepada masyarakat asli Depok, tetapi juga kepada masyarakat pendatang yang telah menjadi bagian dari Kota Depok
Seperti yang disampaikan oleh H. Adin HD selaku Penanggung Jawab acara Arak arakan Lebaran Depok 2025, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-26 Kota Depok yang jatuh pada tanggal 27 April 2025.
“Ini bagian dari peringatan hari jadi Kota Depok, puncak perayaan Lebaran Depok yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pagelaran seni budaya,” ungkapnya.
Lanjutnya, tidak hanya seni budaya asli Depok yang akan ditampilkan, namun juga seni budaya dari masyarakat pendatang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan atas keberagaman yang ada di Kota Depok.
“Rangkaian kegiatan puncak diawali dengan Arak arakan Budaya atau Pawai Budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, komunitas kedaerahan, organisasi PKK, dan Dekranasda Kota Depok. Pawai ini menjadi simbol kebersamaan, kekayaan budaya, dan semangat gotong royong seluruh warga Depok,” jelasnya.

Selain itu, H. Adin menjelaskan maksud kegiatan Pawai Budaya Lebaran Depok adalah menghadirkan kembali nilai-nilai budaya dan adat istiadat khas Depok kepada masyarakat luas. Meningkatkan rasa cinta, kepedulian, dan kebanggaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya lokal.
“Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk melestarikan dan mengembangkan warisan budaya lokal masyarakat Depok. Juga menjadi media informasi dan edukasi tentang budaya Depok kepada masyarakat heterogen di Kota Depok. Serta meningkatkan partisipasi dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat dalam menjaga budaya lokal. Mewadahi ekspresi seni dan budaya dari berbagai komunitas yang ada di Kota Depok, baik asli maupun pendatang,” ujarnya.
Pawai Budaya Lebaran Depok yang start dari depan Sekolah Al Azhar dan finish di panggung gerbang utama Alun alun, dikuti lebih kurang 12 ribu orang peserta dari 36 OPD Pemkot Depok, 11 kecamatan dan perwakilan warga dari Bali, Sunda IBS Manado, Maluku, NTB, Minang, Kalimantan, Gunung Kidul yang tinggal di Kota Depok. Juga warga masyarakat yg hadir ikut arak arakan di sepanjang jalan Bouleverd GDC dan para pegiat UMKM.
Nampak terlihat pada acara tersebut para peserta membawa Gegawan atau bawa an, berupa hasil bumi dan masakan tradisional Depok yang di kemas dalam Rantang. Peserta memberikan bawaan atau Gegawan pada saat Finish kepada para pemimpin walikota Dr. H Supian Suri MM. Dan wakil walikota Chandra Rahmansyah beserta Cing Ikah dan Ka Lina yang didampingi Kapolres Kota Depok dan Dandim serta Kemenag dan pimpinan pejabat kota Depok lainnya.
Prosesi menyerahkan Gegawan kepada Pimpinan sebagai rasa syukur dan terima kasih yang dalam bahasa Depok adalah NYOROG.
H. Adin berharap acara ini dapat memperkuat identitas dan jati diri Kota Depok sebagai kota yang berbudaya dan inkusif, juga menjadi sarana silaturahmi dan hiburan untuk warga Depok.
“Harapan kami Lebaran Depok lebih meriah lagi di tahun tahun yg akan datang. Bersama Depok Maju,” tutupnya.(Bro)

