Lebaran Depok 2025, Supian Suri : Ngaduk Dodol Momentum Penting Jaga Tradisi

2 min read

Wali Kota Depok, Supian Suri didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Depok, Nina Suzana membuat dodol di rangkaian Lebaran Depok 2025, di Boulevard GDC, Kecamatan Cilodong, Selasa (13/05/25). ( Foto : Ist )

Depok,Swarajabar.id  – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara Ngaduk Dodol yang digelar dalam rangka perayaan Lebaran Depok pada Selasa (13/5/2025) di kawasan Grand Depok City (GDC), Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Acara yang kental dengan nuansa budaya ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Wali Kota Depok yang hadir langsung untuk merasakan semangat kebersamaan masyarakatnya.

Di sela-sela acara tersebut, Wali Kota Depok, Supian Suri didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Nina Suzana mencoba membuat dodol di kuali berukuran cukup besar.

“Ini bukan sekadar acara kuliner, tetapi momentum penting untuk melestarikan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan warga Depok,” kata Supian Suri.

Lebaran Depok tahun ini menghadirkan lebih dari sekadar dodol lezat yang diaduk bersama. Aneka sajian khas seperti semur, tumis kacang, hingga ikan asin dengan jaket turut meramaikan meja-meja warga yang berkumpul. Semua hidangan itu menggambarkan kekayaan rasa dan identitas budaya Depok yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

“Orang Depok kalau Lebaran kudu (harus) punya dodol,” ujar Wali Kota Depok Supian Suri saat mengaduk adonan dodol.

Tak hanya memanjakan lidah, acara ini juga menyuguhkan nilai edukatif melalui kegiatan bercerita untuk anak-anak tentang sejarah dan budaya Depok. Dengan cara yang ringan dan menyenangkan, generasi muda diajak mengenal akar budaya mereka.

“Sebagai generasi penerus, anak-anak harus mencintai dan memahami tradisi. Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama,” tambah Wali Kota.

Ia juga menekankan pentingnya rasa kebersamaan sebagai fondasi dalam menjaga dan membangun kota. “Kebersamaan ini, yang terlihat dari semangat gotong royong membuat dodol, adalah fondasi utama dalam membangun Depok ke arah yang lebih baik. Dari makanan lokal seperti dodol hingga kue teng teng, semua menyimpan semangat kolaborasi,” bebernya..

Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, panitia, hingga para peserta, Ngaduk Dodol bukan hanya menjadi acara tahunan biasa. Ia menjelma sebagai panggung budaya yang menyatukan warga dan memperkuat identitas Kota Depok. Wali Kota pun berharap semangat ini terus menyala, agar warisan budaya tetap hidup di tengah modernisasi.(Bro)

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author