Panglima LSM Harimau DPW Jawa Barat Iwan Metro merasa tersinggung atas Statement Menteri Desa PDT.

2 min read

 

Bandung, Swara Jabar – Iwan Metro Menyesalkan statemen Menteri Desa PDT Yandri Susanto baru-baru ini , yang mengatakan kepada Komisaris Jendral Polisi M Fadil Imran bahwa “Wartawan Bodrek dan LSM abal-abal” mengganggu kinerja kepala Desa.

Menurut IWAN METRO seharusnya seorang pejabat sekelas Menteri harus dapat menjaga ucapannya sehingga tidak membuat gaduh di tengah masyarakat.

Bahwa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Masyarakat atau organisasi baik LSM maupun jurnalis/wartawan berhak melakukan kontrol sosial dan monitoring terhadap penggunaan anggaran Negara, terbukti setelah Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran kepada desa, masih banyak desa yg belum menunjukkan perkembangan yg berarti sehingga maksud dan tujuan dari pengalokasian dana desa belum sepenuhnya efektif.

Menurut IWAN METRO , kalau seandainya kepala desa tidak melakukan penyimpangan penggunaan anggaran dana desa, mengapa harus merasa terganggu?

Statemen Menteri Desa PDT sangat kontraproduktif dengan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, maka untuk itu sudah sepantasnya Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Yandri Susanto agar tidak menghambat upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kami meminta agar Menteri Desa PDT segera menyampaikan klarifikasi dan meminta maaf atas statemen yang sangat menyakiti dan mencederai fungsi wartawan dan LSM dalam era demokrasi ini. Dan apabila Yandri Susanto tidak segera melakukan klarifikasi dan meminta maaf, maka kami akan melakukan konsolidasi dengan organisasi wartawan dan organisasi LSM di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran guna meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberhentikan Yandri Susanto sebagai Menteri Desa PDT pada kabinet Merah Putih,”pungkas Iwan Metro Kepala Divisi Pengamanan/Panglima.

 

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

More From Author

+ There are no comments

Add yours