PURWOKERTO – Gelombang protes terhadap dugaan persoalan kredit di Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto terus menguat. Sebanyak 130 nasabah dari berbagai daerah di wilayah eks Karesidenan Banyumas mendatangi tim kuasa hukum mereka pada Sabtu, 4 Juli 2026, mendesak agar aksi damai kembali digelar dengan jumlah massa yang lebih besar sebagai bentuk tekanan moral agar penyelesaian persoalan tidak berlarut-larut.
Kuasa Hukum para nasabah, Advokat H. Djoko Susanto, S.H., mengatakan kedatangan ratusan nasabah mencerminkan masih tingginya keresahan masyarakat yang merasa dirugikan. Menurutnya, para nasabah menginginkan adanya langkah nyata dari pihak-pihak yang berwenang untuk mengusut tuntas persoalan yang mereka laporkan, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
“Mereka datang sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar 130 orang. Aspirasi mereka sama, meminta aksi damai kembali digelar pada 9 Juli mendatang dengan jumlah peserta yang lebih besar agar suara mereka benar-benar didengar,” ujar Djoko.
Djoko menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Karena itu, tim kuasa hukum akan mengawal seluruh rangkaian aksi agar berlangsung damai, tertib, dan sesuai ketentuan hukum, sembari terus menempuh langkah-langkah hukum untuk memperjuangkan kepentingan para nasabah.
Dalam pertemuan tersebut, para nasabah kembali menyampaikan tuntutan agar perjanjian kredit yang dipersoalkan dibatalkan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Mereka juga meminta pemerintah dan otoritas yang berwenang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto, termasuk mempertimbangkan pembekuan izin operasional apabila ditemukan adanya pelanggaran berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Nasabah yang hadir berasal dari Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, serta sejumlah daerah lainnya. Besarnya jumlah peserta dinilai menjadi sinyal bahwa persoalan yang dipersoalkan bukan lagi dipandang sebagai keluhan individual, melainkan telah berkembang menjadi perhatian publik yang menuntut penyelesaian secara terbuka, profesional, dan berkeadilan.
Rencana aksi damai pada 9 Juli 2026 diperkirakan akan melibatkan massa yang lebih besar. Para nasabah berharap aksi tersebut menjadi momentum untuk mendorong percepatan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum dan dialog yang konstruktif, sehingga kepastian hukum dapat segera terwujud tanpa mengabaikan hak-hak para pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan maupun rencana aksi damai lanjutan tersebut. Redaksi masih menunggu konfirmasi sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan dan akan memuat penjelasan resmi dari pihak bank setelah diterima.


+ There are no comments
Add yours