Kabupaten Bekasi – Di tengah mencuatnya sorotan publik terkait dugaan tidak dilibatkannya BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, dan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2 Tanjungbaru akhirnya memberikan penjelasan resmi.
Selain persoalan pengadaan bahan pangan yang sebelumnya menjadi perhatian sejumlah tokoh masyarakat, Media Swarajabar.id juga memperoleh informasi dari beberapa orang tua siswa terkait kualitas buah yang disajikan dalam paket MBG. Menurut pengakuan salah seorang wali murid, buah yang diterima siswa terkadang dinilai masih terlalu mentah, bahkan pada kesempatan tertentu ditemukan dalam kondisi kurang layak konsumsi. Keluhan lain yang juga muncul adalah terkait cita rasa makanan yang dianggap kurang sesuai dengan selera sebagian anak-anak.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim media melakukan konfirmasi langsung ke dapur operasional SPPG 2 Desa Tanjungbaru pada Selasa (23/6/2026).
Menanggapi dugaan bahwa pengadaan bahan pangan hanya berputar pada pihak tertentu, Yogi selaku Kepala SPPG 2 Desa Tanjungbaru membantah adanya praktik tertutup dalam pemilihan pemasok.
Menurutnya, pihak SPPG justru membuka peluang kepada berbagai pihak yang memiliki kapasitas dan memenuhi standar yang ditetapkan untuk menjadi mitra penyedia kebutuhan program.
“Kami terbuka kepada siapa saja yang ingin menjadi supplier. Bahkan kami sudah menyampaikan kepada Koperasi Desa Merah Putih Desa Tanjungbaru melalui saudara Bucoy agar mengajukan surat permohonan atau proposal apabila berkenan menyuplai komoditas tertentu, termasuk susu,” ujar Yogi.
Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi penting di tengah berkembangnya persepsi publik mengenai dugaan eksklusivitas pemasok dalam rantai distribusi kebutuhan SPPG.
Terkait kualitas buah yang menjadi keluhan sebagian orang tua siswa, Yogi menegaskan bahwa seluruh buah yang didistribusikan kepada penerima manfaat telah melalui proses seleksi dan pengawasan sesuai standar yang berlaku.
“Kami memastikan buah yang diberikan kepada anak-anak dalam paket MBG berkualitas baik. Apabila ada laporan atau temuan tertentu, tentu akan kami evaluasi dan tindak lanjuti sebagai bahan perbaikan pelayanan ke depan,” katanya.
Sementara mengenai anggapan bahwa makanan yang disajikan terkadang kurang enak, Yogi menjelaskan bahwa konsep utama Program Makan Bergizi Gratis adalah pemenuhan kebutuhan gizi yang sehat dan seimbang, bukan mengejar cita rasa yang identik dengan penggunaan bahan tambahan tertentu.
“Yang perlu dipahami, makanan bergizi itu memang berbeda dengan makanan yang biasa dijual secara komersial. Kami tidak menggunakan penyedap rasa secara berlebihan karena fokus utama program ini adalah kesehatan dan kecukupan gizi anak-anak,” jelasnya.
Perlu Evaluasi dan Pengawasan Bersama
Pengamat kebijakan publik menilai bahwa munculnya kritik maupun klarifikasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari proses pengawasan sosial yang sehat. Sebagai program nasional yang menggunakan anggaran negara dan menyasar generasi penerus bangsa, pelaksanaan MBG memang membutuhkan transparansi, akuntabilitas, serta ruang komunikasi yang terbuka antara pengelola, masyarakat, dan para penerima manfaat.
Di sisi lain, masukan dari orang tua siswa mengenai kualitas buah maupun variasi menu juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Sebab keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari terpenuhinya standar gizi, tetapi juga dari tingkat penerimaan dan konsumsi makanan oleh para siswa sebagai penerima manfaat.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak SPPG 2 Tanjungbaru, diharapkan polemik yang berkembang dapat disikapi secara objektif dan proporsional. Masyarakat tetap memiliki hak untuk melakukan pengawasan, sementara pengelola program juga memiliki hak untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi atas berbagai informasi yang beredar.
Pada akhirnya, tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis adalah memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang cukup, sehat, aman, dan berkualitas, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang seluas-luasnya bagi masyarakat melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan berkeadilan.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan informasi secara berimbang sesuai prinsip jurnalistik cover both sides.
Media tetap membuka ruang hak jawab kepada seluruh pihak terkait, termasuk pengelola SPPG, pemerintah desa, koperasi, BUMDes, maupun lembaga lain yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Desa Tanjungbaru.


+ There are no comments
Add yours