Sinergi Lintas Sektoral Dimatangkan, Kabupaten Bekasi Siap Berangkatkan 3.195 Jemaah Haji Tahun 1447 H/2026 M

3 min read

Kabupaten Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui kolaborasi lintas sektoral terus mematangkan persiapan pemberangkatan jemaah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal tersebut tercermin dalam Rapat Koordinasi yang digelar pada Selasa (21/4/2026) di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi, Komplek Pemda, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

Rapat yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, di antaranya Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bekasi H. Mulyono Hilman Hakim, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, jajaran Polres Metro Bekasi, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah serta perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Dalam sambutannya, H. Mulyono Hilman Hakim menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan amanah besar yang menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari aspek administrasi, kesehatan, transportasi, hingga pengamanan. Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi antarinstansi menjadi fondasi utama dalam memastikan kelancaran dan keselamatan seluruh jemaah.

“Pelayanan kepada jemaah haji adalah bentuk pengabdian negara kepada masyarakat. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, dan memberikan kenyamanan optimal bagi para tamu Allah,” ujarnya dengan penuh komitmen.

Berdasarkan hasil rapat, jumlah jemaah haji Kabupaten Bekasi tahun ini diperkirakan mencapai 3.195 orang, yang akan diberangkatkan dalam dua gelombang dan terbagi ke dalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 3, 9, 14, 18, 26, 33, 37, dan 38 melalui Embarkasi Kertajati. Jadwal pemberangkatan direncanakan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026, mengikuti ketentuan nasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dari sisi teknis, pengawalan jemaah dari titik kumpul menuju embarkasi akan dilaksanakan oleh Polres Metro Bekasi dengan dukungan pengaturan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan. Rute perjalanan telah ditetapkan melalui Tol Deltamas, Tol Jakarta-Cikampek, keluar di Tol Cikopo, kemudian melintasi jalur Pantura menuju Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi memastikan kesiapan layanan kesehatan melalui pemeriksaan menyeluruh bagi jemaah, khususnya kelompok lanjut usia dan berisiko tinggi. Tenaga medis serta ketersediaan obat-obatan juga telah dipersiapkan guna mendukung kondisi prima jemaah selama proses keberangkatan.

Dari aspek administrasi, seluruh dokumen perjalanan seperti paspor, visa, serta living cost dipastikan lengkap sebelum hari keberangkatan. Pembagian atribut jemaah pun akan dilakukan secara terorganisir agar tidak menimbulkan kendala di lapangan. Adapun titik kumpul pemberangkatan ditetapkan di asrama haji atau lokasi resmi yang telah ditentukan, disertai proses final check guna memastikan kesiapan menyeluruh.

Dalam konteks keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), situasi wilayah Kabupaten Bekasi secara umum dinilai aman dan kondusif. Meski demikian, sejumlah potensi kerawanan tetap diantisipasi, seperti kepadatan arus lalu lintas, kemungkinan keterlambatan jadwal, serta lonjakan kerumunan keluarga pengantar jemaah.

Wakapolsek Cikarang Pusat, Iptu Noto Aksoro, menegaskan bahwa pihak kepolisian bersama unsur TNI dan instansi terkait akan mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan, sekaligus memastikan kelancaran mobilitas jemaah. “Kami berkomitmen menghadirkan pengamanan yang profesional dan terukur, demi memberikan rasa aman bagi seluruh jemaah dan masyarakat,” ungkapnya.

Secara umum, rapat koordinasi berlangsung lancar dan mencerminkan kesiapan yang cukup matang dari seluruh pemangku kepentingan. Namun demikian, beberapa langkah strategis tetap direkomendasikan, antara lain peningkatan intensitas koordinasi menjelang hari H, penyusunan skema pengamanan terpadu, pelaksanaan simulasi pemberangkatan, penyediaan buffer waktu, serta optimalisasi layanan kesehatan.

Rapat ini menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan hasil dari kolaborasi solid berbagai elemen. Dengan persiapan yang komprehensif dan semangat kebersamaan, Kabupaten Bekasi optimistis dapat memberangkatkan jemaah haji tahun ini dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan.

Sebagai penutup, laporan ini diharapkan dapat menjadi landasan informasi dan pertimbangan strategis bagi pimpinan dalam pengambilan kebijakan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah haji, sebagai wujud nyata hadirnya negara dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours