Jakarta, 3 Agustus 2026 – Di tengah hiruk-pikuk dinamika kebangsaan, ada satu nama yang kerap muncul sebagai penggerak sosial yang tulus: Agus Florest, Ketua Umum Forum Respon Cepat (FRN) POLRI. Pria yang dikenal dekat dengan berbagai elemen masyarakat ini kembali melontarkan pernyataan menyentuh yang menggetarkan hati banyak pihak, khususnya terkait kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri.
Dalam sebuah perbincangan santai namun penuh makna, Agus Florest mengungkapkan rasa kagum dan terima kasihnya yang mendalam kepada Jenderal Listyo. Bukan karena jabatan, melainkan karena ruang dan kepercayaan yang diberikan sehingga FRN dapat terus berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Berteman Itu Banyak, Berbuat Itu Jarang”
Kalimat pembuka Agus Florest langsung menohok kesadaran banyak orang. “Berteman itu banyak, tapi berbuat itu jarang,” ujarnya dengan nada reflektif. Baginya, di era media sosial dan pertemanan instan, mudah sekali memiliki ribuan teman. Tetapi memiliki keberanian dan konsistensi untuk terus berbuat nyata—itulah yang langka.
“Saya bersyukur, sejak Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri, setiap tahun saya bisa membuat dua kali kegiatan besar. Bukan kegiatan seremonial, tapi kegiatan yang langsung dirasakan masyarakat. Di lapangan, ribuan orang datang. Bahkan ulama-ulama terkemuka saya undang untuk hadir dan mendoakan kita semua,” kenang Agus dengan mata berbinar.
Baginya, kehadiran para ulama dalam setiap kegiatan adalah simbol bahwa pekerjaan kemanusiaan tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai spiritual. “Kami tidak hanya menyentuh fisik, tetapi juga jiwa. Dan itu semua terjadi karena ada ruang yang diberikan oleh pimpinan Polri yang visioner,” tambahnya.
4 Tahun Berbuat: Hitung Sendiri Berapa Masyarakat yang Tersentuh
Dengan semangat, Agus Florest lalu mengajak semua orang untuk berhitung sederhana. “Coba bayangkan, kalau 4 tahun saya terus berbuat seperti ini, setiap tahun 2 kali kegiatan besar, maka sudah 8 kali kegiatan besar. Jika setiap kegiatan dihadiri ribuan masyarakat, berapa banyak jiwa yang telah kita sentuh? Berapa banyak senyuman yang kita ciptakan?” tanyanya retoris.
Ia tidak bermaksud berbangga diri, melainkan mengajak semua pihak melihat bahwa perubahan nyata itu mungkin terjadi ketika ada kepemimpinan yang memberi kepercayaan dan ruang bergerak. “Ini bukan tentang saya, ini tentang kami semua yang diberi kesempatan untuk melayani. Saya hanya menjalankan amanah,” ujarnya merendah.
Agus juga menyoroti bahwa kegiatan yang dilakukan FRN selalu melibatkan kolaborasi lintas elemen: Polri, TNI, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan relawan. “Kami tidak pernah bekerja sendiri. Kami percaya bahwa kebaikan sejati lahir dari kebersamaan,” tegasnya.
“Antara Langit dan Bumi, di Tengahnya Manusia”
Salah satu pernyataan paling filosofis yang disampaikan Agus Florest adalah ketika ia berkata:
“Karena saya bekerja Lillahita’ala—karena Allah semata—maka posisi saya selalu di antara langit dan bumi, dan di tengah-tengahnya ada manusia. Jika lapangan belum penuh oleh manusia, maka saya undang malaikat dan makhluk langit lainnya untuk turut mendoakan.”
Ungkapan ini menggambarkan kesadaran spiritual yang mendalam. Baginya, setiap tindakan kebaikan tidak pernah sia-sia, sekalipun yang hadir secara fisik hanya segelintir orang. Sebab, di atas langit ada makhluk-makhluk Tuhan yang selalu menyaksikan dan mendoakan setiap niat tulus.
“Saya tidak pernah kecewa jika yang datang sedikit. Karena saya yakin, di atas sana ada ribuan malaikat yang turut mencatat setiap kebaikan. Yang penting niat kita bersih, ikhlas, dan terus berbuat,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Apresiasi untuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Di sela-sela pernyataannya, Agus Florest tak henti-hentinya menyampaikan apresiasi dan doa terbaik untuk Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Beliau adalah pemimpin yang membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berbuat baik. Beliau tidak hanya memerintah, tetapi juga menginspirasi. Saya berdoa semoga Jenderal Listyo selalu sehat, diberikan kekuatan, dan terus menjadi pelindung serta pengayom yang terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya dengan penuh haru.
Ia juga menambahkan bahwa dalam setiap kegiatan FRN, doa untuk Kapolri dan seluruh jajaran Polri selalu menjadi bagian tak terpisahkan. “Kami mendoakan Bapak Kapolri dan seluruh anggota Polri agar selalu diberi kemudahan dalam menjalankan tugas mulia ini. Karena ketika pemimpin baik, maka rakyat pun akan merasakan dampaknya,” pungkasnya.
Berbuat Baik Itu Mudah Jika Niat Kita Lurus
Menutup pernyataannya, Agus Florest menyampaikan pesan yang menggugah bagi seluruh elemen bangsa:
“Jangan tunggu kaya untuk berbagi. Jangan tunggu sempurna untuk berbuat. Mulailah dari hal kecil, dari apa yang kita bisa, dengan niat yang tulus. Karena setiap kebaikan, sekecil apa pun, adalah cahaya di tengah gelapnya zaman.”
Ia juga mengingatkan bahwa kebaikan tidak harus selalu besar dan heboh. “Cukup senyum, cukup sapaan hangat, cukup uluran tangan untuk mereka yang membutuhkan. Itu sudah lebih dari cukup di mata Tuhan.”
Kolaborasi Adalah Kunci.
Dari kisah dan pernyataan Agus Florest, ada tiga pelajaran penting yang bisa kita petik:
1. Kepemimpinan yang baik adalah yang memberi ruang bagi kebaikan. Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuktikan bahwa pemimpin sejati tidak hanya fokus pada tugas struktural, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan mitra-mitra sosial.
2. Berbuat itu lebih mulia daripada sekadar berteman. Di era digital, kita mudah memiliki relasi, tetapi yang langka adalah konsistensi dalam aksi nyata. Agus Florest mengajak kita semua untuk menjadi pelaku kebaikan, bukan sekadar penonton.
3. Spiritualitas adalah fondasi kebaikan sejati. Bekerja dengan niat Lillahita’ala memberikan kekuatan batin yang tak tergoyahkan, sekalipun hasil duniawi tidak selalu terlihat. Keyakinan bahwa ada makhluk langit yang mendoakan menjadi penguat bagi setiap pejuang kebaikan.
Agus Florest mengakhiri perbincangan dengan doa tulus untuk Indonesia. “Semoga negeri ini selalu diberi pemimpin-pemimpin yang berhati rakyat, seperti Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Semoga Polri semakin jaya, dan semoga kita semua diberikan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan, tanpa lelah, tanpa pamrih, hanya karena Allah dan untuk bangsa.”
Satu hal yang pasti: di balik setiap kegiatan besar FRN, ada tangan-tangan tak terlihat yang bergerak karena cinta pada sesama. Dan di balik semua itu, ada sosok pemimpin yang memberi jalan. “Terima kasih, Pak Jenderal. Kami siap terus bekerja untuk Indonesia,” tutup Agus Florest dengan senyum penuh harapan.


+ There are no comments
Add yours