CIREBON, – Ketua LBH ELIT, Kang Andre, menegaskan bahwa pelaksanaan Proyek Irigasi Cikeusik tahap IV senilai sekitar Rp4,5 miliar yang dikerjakan oleh PT Waskita Jaya Purnama merupakan bagian dari pekerjaan infrastruktur di wilayah Cirebon Timur, meliputi Losari, Kali Rahayu, dan Ambulu, serta telah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Dalam wawancara bersama wartawan media online, Kang Andre menyampaikan bahwa proyek tersebut bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi dan normalisasi sungai demi kepentingan masyarakat luas, khususnya para petani.
“Sepanjang yang kami ketahui, proyek ini telah berjalan sesuai prosedur dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Anggaran yang bersumber dari APBN juga dinilai telah digunakan sesuai peruntukannya untuk pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kang Andre.
Ia menambahkan, program pemerintah melalui normalisasi sungai merupakan langkah yang sangat bermanfaat dan telah lama dinantikan masyarakat. Selama bertahun-tahun, warga di sejumlah wilayah kerap terdampak banjir pada musim penghujan akibat pendangkalan sungai.
“Dengan adanya normalisasi sungai, pemerintah memberikan perhatian untuk mengurangi risiko banjir sehingga masyarakat diharapkan tidak lagi mengalami dampak banjir seperti sebelumnya. Selain itu, program ini juga sangat bermanfaat bagi para petani karena memperlancar aliran irigasi, meningkatkan ketersediaan air, dan mendukung produktivitas pertanian,” jelasnya.
Kang Andre juga menyampaikan bahwa material proyek yang sebelumnya sempat dipersoalkan kini telah diganti oleh PT Waskita Jaya Purnama dengan material yang dinilainya telah memenuhi standar teknis pekerjaan. Menurutnya, penggantian tersebut dilakukan sesuai arahan dan pengawasan konsultan pengawas sebagai bagian dari pengendalian mutu agar hasil pekerjaan memiliki kualitas yang baik.
“Perbaikan dan penggantian material merupakan bagian dari proses untuk memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.
Menanggapi pemberitaan Global Exposes, Kang Andre berpendapat bahwa informasi yang disampaikan belum menggambarkan secara utuh mekanisme pelaksanaan maupun tujuan proyek tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau semua pihak agar menyampaikan informasi berdasarkan data, fakta, dan informasi yang lengkap sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kang Andre berharap proyek-proyek pembangunan di wilayah Cirebon Timur, khususnya Losari, Kali Rahayu, dan Ambulu, terus menjadi salah satu skala prioritas pemerintah. Menurutnya, sebagai kawasan perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, wilayah tersebut memiliki peran strategis sehingga membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hendaknya didukung bersama. Masyarakat berhak menjadi penikmat hasil pembangunan. Mari hilangkan prasangka dan unsur-unsur negatif, serta bangun semangat yang positif dengan tetap mengedepankan pengawasan yang objektif dan konstruktif agar setiap pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkas Kang Andre.


+ There are no comments
Add yours