Ketua PAMDI Kabupaten Karawang Jayadi: Musik Dangdut Harus Menjadi Media Edukasi, Persatuan, dan Gerakan Bersama Melawan Narkoba

3 min read

KARAWANG – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada Jumat, 26 Juni 2026, Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Karawang sekaligus tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jayadi, mengajak seluruh insan seni, pelaku industri kreatif, komunitas musik, dan masyarakat untuk menjadikan seni sebagai media edukasi, pemersatu, sekaligus sarana membangun kesadaran kolektif dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Mengusung tema “Pergerakan Kolektif Bersih dari Narkoba, Mewujudkan Generasi Merah Putih yang Berdaulat dan Berintegritas Jauh dari Narkoba,” Jayadi menegaskan bahwa musik, khususnya musik dangdut sebagai salah satu seni yang dekat dengan masyarakat, memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan-pesan moral, kebangsaan, dan kepedulian sosial kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Musik adalah bahasa yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa membedakan usia, latar belakang, maupun status sosial. Karena itu, insan seni memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan karya dan kegiatan yang membawa pesan positif, mengajak masyarakat menjauhi narkoba, serta menumbuhkan optimisme dan semangat membangun bangsa,” ujar Jayadi.

Menurutnya, upaya memerangi narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga memerlukan pendekatan budaya yang mampu menyentuh hati masyarakat. Pertunjukan seni, musik, dan berbagai kegiatan budaya dapat menjadi ruang edukasi yang efektif dalam membangun karakter, mempererat persaudaraan, serta mengarahkan generasi muda kepada aktivitas yang sehat, kreatif, dan produktif.

Sebagai Ketua PAMDI Kabupaten Karawang, Jayadi mengajak seluruh musisi, penyanyi, pencipta lagu, pelaku seni, dan komunitas hiburan untuk bersama-sama menjadi teladan dengan menghadirkan hiburan yang berkualitas, bermartabat, dan sarat dengan nilai-nilai kehidupan.

“Mari kita jadikan panggung hiburan sebagai panggung edukasi. Musik tidak hanya menghibur, tetapi juga harus mampu menginspirasi, membangun karakter, memperkuat kecintaan kepada bangsa, dan mengajak generasi muda untuk memilih jalan hidup yang sehat, produktif, serta bebas dari narkoba,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa kolaborasi antara insan seni, pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan aparat penegak hukum perlu terus diperkuat agar pesan-pesan tentang bahaya narkoba dapat diterima lebih luas oleh masyarakat melalui pendekatan yang humanis, kreatif, dan mudah dipahami.

Sebagai tokoh masyarakat, Jayadi mengajak seluruh keluarga untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak-anak dan memberikan ruang bagi mereka untuk menyalurkan bakat di bidang seni, budaya, olahraga, maupun kegiatan positif lainnya. Menurutnya, generasi muda yang memiliki wadah untuk berkarya akan lebih percaya diri dan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap pengaruh negatif.

Melalui momentum Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Jayadi berharap semangat “Pergerakan Kolektif Bersih dari Narkoba” menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan seni dan budaya. Dengan menjadikan musik sebagai media edukasi, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta membangun solidaritas sosial, Kabupaten Karawang diharapkan mampu melahirkan Generasi Merah Putih yang berkarakter, berintegritas, kreatif, dan bebas dari ancaman narkoba.

Bagikan berita/artikel ini

Baca juga artikel menarik lainnya

Hari Veteran Nasional 2026, ASDO PPM Karawang: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” KARAWANG — Peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETNAS) setiap 10 Agustus bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang refleksi bagi bangsa Indonesia untuk kembali mengenang jasa, pengorbanan, dan pengabdian para Veteran Republik Indonesia yang telah berjuang merebut, mempertahankan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan tersebut disampaikan ASDO, Sekretaris PC Pemuda Panca Marga (PPM) Karawang, bertepatan dengan Hari Veteran Nasional 2026. Dengan penuh penghormatan kepada para pejuang bangsa, ASDO menyampaikan pesan yang sarat makna: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa dan negara.” Menurut ASDO, sejarah perjuangan para veteran harus terus hidup dalam ingatan kolektif bangsa. Terlebih di tengah perkembangan zaman, masih terdapat masyarakat, pelajar, dan generasi muda yang belum memahami secara utuh sejarah Veteran Republik Indonesia maupun keberadaan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) sebagai wadah perjuangan dan pengabdian para veteran. “Masih banyak masyarakat, pelajar dan generasi muda yang belum memahami tentang Veteran Republik Indonesia dalam wadah LVRI. Karena itu, sejarah perjuangan para veteran harus terus disampaikan dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar ASDO. 10 Agustus dan Jejak Sejarah Veteran Nasional ASDO menjelaskan, Hari Veteran Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Hari Veteran Nasional. Tanggal 10 Agustus kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Veteran Nasional, berkaitan dengan momentum gencatan senjata pada 10 Agustus 1949 yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, keberadaan dan pengaturan mengenai Veteran Republik Indonesia memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia serta Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 sebagai aturan pelaksanaannya. “Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak diperoleh dengan mudah. Ada darah, air mata, pengorbanan, dan gugurnya para pejuang dalam perjuangan melawan penjajahan serta mempertahankan kemerdekaan,” kata ASDO. Ia menegaskan, veteran merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Mereka adalah pelaku sejarah yang berasal dari tentara rakyat dan unsur perjuangan lainnya yang berperan dalam merebut, mempertahankan kemerdekaan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PPM dan Tanggung Jawab Mewariskan Nilai Perjuangan Sebagai wadah berhimpunnya anak cucu Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM) memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para veteran kepada generasi penerus. Menurut ASDO, perjuangan tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan mengenang masa lalu. Nilai keberanian, pengabdian, persatuan, cinta tanah air, dan semangat membangun bangsa harus diterjemahkan dalam kehidupan generasi masa kini. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah dan jangan sekali-kali melupakan jasa para pahlawan. Semangat perjuangan para veteran harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya. LVRI dan PPM Dorong JSN ’45 Masuk ke Lingkungan Sekolah Dalam upaya menjaga kesinambungan nilai sejarah perjuangan bangsa, LVRI bersama PPM juga mendorong penguatan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45 (JSN ’45) di kalangan generasi muda. Sosialisasi ke sekolah-sekolah menjadi salah satu langkah yang dinilai strategis. Selain memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter generasi muda yang memiliki patriotisme, nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan. “LVRI dan PPM akan terus menanamkan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45. Kami akan merumuskan pelaksanaan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar generasi muda memahami sejarah perjuangan bangsa dan memiliki semangat patriotisme serta nasionalisme,” ungkap ASDO. Tiga Kelompok Veteran Republik Indonesia Lebih lanjut, ASDO menjelaskan bahwa Veteran Republik Indonesia secara umum mencakup tiga kelompok perjuangan. Pertama, Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), yakni mereka yang terlibat dalam perjuangan merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, Veteran Pembela, yakni mereka yang terlibat dalam berbagai perjuangan atau operasi pembelaan negara, termasuk Trikora, Dwikora, dan Seroja. Ketiga, Veteran Perdamaian, yakni para veteran yang melaksanakan tugas dalam misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut ASDO, perbedaan medan dan generasi perjuangan tersebut tidak mengurangi nilai pengabdian para veteran. Setiap perjuangan memiliki sejarah, tantangan, dan pengorbanannya sendiri yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. “Setiap perjuangan memiliki sejarah dan pengorbanannya masing-masing. Semuanya merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia yang harus kita hormati dan kita wariskan nilai-nilainya kepada generasi berikutnya,” tuturnya. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” Memperingati Hari Veteran Nasional 2026, ASDO mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar penghormatan kepada para veteran tidak berhenti dalam seremoni tahunan. Penghormatan terbaik, menurutnya, adalah meneruskan nilai perjuangan tersebut melalui pendidikan, karya, pengabdian, persatuan, dan kontribusi positif bagi bangsa. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas jasa dan pengorbananmu. Semangat juangmu akan terus menjadi inspirasi bagi kami untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan mengabdi kepada bangsa serta negara,” pungkas ASDO. Peringatan Hari Veteran Nasional menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Selamat Hari Veteran Nasional, 10 Agustus 2026. Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Jasamu dikenang. Perjuanganmu menjadi inspirasi. Semangatmu kami lanjutkan.

More From Author

Hari Veteran Nasional 2026, ASDO PPM Karawang: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” KARAWANG — Peringatan Hari Veteran Nasional (HARVETNAS) setiap 10 Agustus bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ruang refleksi bagi bangsa Indonesia untuk kembali mengenang jasa, pengorbanan, dan pengabdian para Veteran Republik Indonesia yang telah berjuang merebut, mempertahankan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan tersebut disampaikan ASDO, Sekretaris PC Pemuda Panca Marga (PPM) Karawang, bertepatan dengan Hari Veteran Nasional 2026. Dengan penuh penghormatan kepada para pejuang bangsa, ASDO menyampaikan pesan yang sarat makna: “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas perjuangan, pengorbanan, dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa dan negara.” Menurut ASDO, sejarah perjuangan para veteran harus terus hidup dalam ingatan kolektif bangsa. Terlebih di tengah perkembangan zaman, masih terdapat masyarakat, pelajar, dan generasi muda yang belum memahami secara utuh sejarah Veteran Republik Indonesia maupun keberadaan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) sebagai wadah perjuangan dan pengabdian para veteran. “Masih banyak masyarakat, pelajar dan generasi muda yang belum memahami tentang Veteran Republik Indonesia dalam wadah LVRI. Karena itu, sejarah perjuangan para veteran harus terus disampaikan dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar ASDO. 10 Agustus dan Jejak Sejarah Veteran Nasional ASDO menjelaskan, Hari Veteran Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Hari Veteran Nasional. Tanggal 10 Agustus kemudian diperingati setiap tahun sebagai Hari Veteran Nasional, berkaitan dengan momentum gencatan senjata pada 10 Agustus 1949 yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, keberadaan dan pengaturan mengenai Veteran Republik Indonesia memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia serta Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2014 sebagai aturan pelaksanaannya. “Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan sejarah. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak diperoleh dengan mudah. Ada darah, air mata, pengorbanan, dan gugurnya para pejuang dalam perjuangan melawan penjajahan serta mempertahankan kemerdekaan,” kata ASDO. Ia menegaskan, veteran merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Mereka adalah pelaku sejarah yang berasal dari tentara rakyat dan unsur perjuangan lainnya yang berperan dalam merebut, mempertahankan kemerdekaan, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PPM dan Tanggung Jawab Mewariskan Nilai Perjuangan Sebagai wadah berhimpunnya anak cucu Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM) memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para veteran kepada generasi penerus. Menurut ASDO, perjuangan tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan mengenang masa lalu. Nilai keberanian, pengabdian, persatuan, cinta tanah air, dan semangat membangun bangsa harus diterjemahkan dalam kehidupan generasi masa kini. “Jangan sekali-kali melupakan sejarah dan jangan sekali-kali melupakan jasa para pahlawan. Semangat perjuangan para veteran harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, serta mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya. LVRI dan PPM Dorong JSN ’45 Masuk ke Lingkungan Sekolah Dalam upaya menjaga kesinambungan nilai sejarah perjuangan bangsa, LVRI bersama PPM juga mendorong penguatan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45 (JSN ’45) di kalangan generasi muda. Sosialisasi ke sekolah-sekolah menjadi salah satu langkah yang dinilai strategis. Selain memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter generasi muda yang memiliki patriotisme, nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, serta kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan. “LVRI dan PPM akan terus menanamkan Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai ’45. Kami akan merumuskan pelaksanaan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar generasi muda memahami sejarah perjuangan bangsa dan memiliki semangat patriotisme serta nasionalisme,” ungkap ASDO. Tiga Kelompok Veteran Republik Indonesia Lebih lanjut, ASDO menjelaskan bahwa Veteran Republik Indonesia secara umum mencakup tiga kelompok perjuangan. Pertama, Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), yakni mereka yang terlibat dalam perjuangan merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kedua, Veteran Pembela, yakni mereka yang terlibat dalam berbagai perjuangan atau operasi pembelaan negara, termasuk Trikora, Dwikora, dan Seroja. Ketiga, Veteran Perdamaian, yakni para veteran yang melaksanakan tugas dalam misi perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut ASDO, perbedaan medan dan generasi perjuangan tersebut tidak mengurangi nilai pengabdian para veteran. Setiap perjuangan memiliki sejarah, tantangan, dan pengorbanannya sendiri yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia. “Setiap perjuangan memiliki sejarah dan pengorbanannya masing-masing. Semuanya merupakan bagian dari perjalanan bangsa Indonesia yang harus kita hormati dan kita wariskan nilai-nilainya kepada generasi berikutnya,” tuturnya. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia” Memperingati Hari Veteran Nasional 2026, ASDO mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar penghormatan kepada para veteran tidak berhenti dalam seremoni tahunan. Penghormatan terbaik, menurutnya, adalah meneruskan nilai perjuangan tersebut melalui pendidikan, karya, pengabdian, persatuan, dan kontribusi positif bagi bangsa. “Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Terima kasih atas jasa dan pengorbananmu. Semangat juangmu akan terus menjadi inspirasi bagi kami untuk belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan mengabdi kepada bangsa serta negara,” pungkas ASDO. Peringatan Hari Veteran Nasional menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Selamat Hari Veteran Nasional, 10 Agustus 2026. Untukmu Pahlawanku, Veteran Republik Indonesia. Jasamu dikenang. Perjuanganmu menjadi inspirasi. Semangatmu kami lanjutkan.

+ There are no comments

Add yours