KABUPATEN BEKASI – Komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan kesehatan nasional terus diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari dalam kegiatan Sosialisasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) bertema Program Pembangunan Kesehatan di Daerah Tahun 2026 di Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan yang dikemas secara interaktif dalam format talkshow bersama presenter televisi nasional Ratih Aulia tersebut berlangsung hangat dan komunikatif. Dalam dialog itu, Putih Sari mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program pemerintah di bidang kesehatan, khususnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang saat ini diperkuat dengan program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.
Menurutnya, arah kebijakan pembangunan kesehatan nasional saat ini terus bergerak menuju transformasi kesehatan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada implementasi program-program nyata dan berdampak langsung bagi rakyat.
“Transformasi kesehatan yang sedang dijalankan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada aspek kuratif atau pengobatan semata, tetapi lebih diarahkan pada pendekatan preventif dan promotif. Bagaimana masyarakat dijaga agar tetap sehat, bukan hanya diobati ketika sakit,” ujar Putih Sari.
Ia menjelaskan bahwa penguatan budaya hidup sehat menjadi bagian penting dalam strategi nasional pembangunan kesehatan. Selain pembangunan infrastruktur kesehatan yang terus ditingkatkan, pemerintah juga mendorong kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, serta upaya pencegahan penyakit sejak dini.
Dalam paparannya, Putih Sari juga mengakui bahwa tantangan pembangunan kesehatan di Indonesia masih cukup kompleks. Sebagai negara kepulauan dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 285 juta jiwa yang tersebar di berbagai wilayah, pemerataan akses layanan kesehatan masih menjadi pekerjaan besar yang harus terus diperjuangkan.
“Kondisi geografis Indonesia yang sangat luas menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, terluar, dan pelosok. Pemerintah terus berupaya memastikan pelayanan kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Selain tantangan geografis, Indonesia juga menghadapi beban ganda persoalan kesehatan, mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular akibat perubahan pola hidup masyarakat, hingga kebutuhan penguatan sistem kesehatan nasional secara menyeluruh.
Karena itu, menurut Putih Sari, pemerintah bersama DPR RI terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur kesehatan, distribusi tenaga kesehatan, hingga penguatan fasilitas rumah sakit di berbagai daerah.
Ia menilai program-program kesehatan yang telah berjalan saat ini menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, meski masih membutuhkan berbagai penyempurnaan, terutama dalam aspek pemerataan tenaga kesehatan dan aksesibilitas layanan.
Salah satu langkah strategis yang terus diperkuat, lanjutnya, adalah program beasiswa pendidikan dokter spesialis yang diharapkan mampu melahirkan tenaga medis berkualitas dari daerah untuk kembali mengabdi di wilayah asalnya masing-masing.
“Programnya sudah tersedia. Tinggal bagaimana pemerintah daerah ikut mendorong dan memotivasi putra-putri daerah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, sehingga ke depan ketimpangan pelayanan kesehatan dapat semakin dikurangi,” jelasnya.
Sebagai mitra kerja Kementerian Kesehatan RI, Komisi IX DPR RI juga terus menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan anggaran guna memastikan pemerataan pelayanan kesehatan berjalan optimal di seluruh Indonesia.
Putih Sari menegaskan bahwa DPR RI tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran, tetapi juga aktif turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil fasilitas kesehatan serta mendengar kebutuhan masyarakat di daerah.
“Kami terus melakukan pengawasan, rapat kerja, serta kunjungan langsung ke berbagai daerah agar kebijakan kesehatan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi GERMAS tersebut, Putih Sari berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sebagai investasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan produktif menuju masa depan bangsa yang lebih kuat.


+ There are no comments
Add yours