Gus Hasan Gaungkan Keadilan Pendidikan: “Negeri dan Swasta Harus Diperlakukan Setara demi Masa Depan Bangsa”

3 min read

BEKASI — Komitmen memperjuangkan keadilan pendidikan kembali disuarakan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKB, Hasan Basri atau yang akrab disapa Gus Hasan. Di tengah berbagai dinamika dunia pendidikan, ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara adil dan proporsional terhadap seluruh lembaga pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta.

Menurutnya, sekolah negeri dan sekolah swasta memiliki peran yang sama penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. Karena itu, tidak seharusnya ada perlakuan yang menimbulkan kesenjangan, baik dalam aspek perhatian kebijakan, dukungan program, hingga keberpihakan anggaran.

“Sekolah negeri maupun swasta sama-sama mendidik anak bangsa. Sama-sama melahirkan generasi penerus yang kelak akan membangun Indonesia. Maka pemerintah harus bersikap adil dan tidak membeda-bedakan,” tegas Gus Hasan.

Pernyataan tersebut, lanjutnya, bukan hanya disampaikan dalam kapasitasnya sebagai anggota legislatif, melainkan juga sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepentingan masyarakat luas.

“Saya berbicara bukan hanya sebagai anggota DPRD, tetapi juga sebagai warga negara yang ingin melihat seluruh anak bangsa mendapatkan kesempatan pendidikan yang sama. Karena pada hakikatnya, seluruh rakyat Indonesia memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan berhak mendapatkan perlakuan yang adil dari negara,” ujarnya.

Gus Hasan menilai, keberadaan sekolah swasta selama ini telah menjadi pilar penting dalam menopang sistem pendidikan nasional, khususnya di daerah-daerah dengan keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Bahkan tidak sedikit sekolah swasta yang mampu melahirkan lulusan berkualitas, berprestasi, dan berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa.

Karena itu, ia mendorong agar pemerintah tidak hanya menjadikan sekolah swasta sebagai pelengkap, melainkan sebagai mitra strategis dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

“Jangan sampai ada kesan bahwa sekolah swasta berjalan sendiri tanpa dukungan yang memadai. Padahal mereka ikut memikul tanggung jawab besar dalam mendidik generasi bangsa. Negara harus hadir dengan keberpihakan yang adil,” katanya.

Pernyataan Gus Hasan pun dinilai menjadi refleksi penting di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan. Sebab di balik setiap ruang kelas, baik negeri maupun swasta, tersimpan mimpi besar anak-anak Indonesia yang ingin tumbuh menjadi generasi cerdas, berdaya saing, dan bermartabat.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan administratif ataupun statistik pembangunan, melainkan investasi peradaban yang menentukan arah masa depan bangsa. Ketika negara mampu memperlakukan seluruh lembaga pendidikan secara setara, maka kepercayaan masyarakat terhadap keadilan sosial akan tumbuh semakin kuat.

“Bangsa ini tidak dibangun oleh sekat negeri atau swasta, tetapi oleh kualitas manusia yang lahir dari proses pendidikan yang baik. Jika pemerintah benar-benar ingin menciptakan generasi unggul, maka seluruh elemen pendidikan harus dirangkul dan diperlakukan secara adil,” tandasnya.

Sikap tegas Gus Hasan tersebut menjadi pesan moral bahwa perjuangan menghadirkan keadilan pendidikan bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi juga panggilan nurani seluruh elemen bangsa. Sebab ketika akses, perhatian, dan dukungan diberikan secara merata, maka Indonesia sedang menyiapkan fondasi kuat bagi lahirnya generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours