BEKASI — Kepemimpinan Kepala Desa Karangsari, H. Bao Umbara, kembali menuai perhatian publik. Di tengah tantangan pembangunan desa dan penguatan ekonomi masyarakat, H Bao Umbara dinilai berhasil menghadirkan langkah nyata melalui pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karangsari hingga mampu melaksanakan panen perdana ikan patin dengan hasil mencapai sekitar 6 ton.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan desa yang dijalankan dengan kesungguhan, kedekatan dengan masyarakat, serta keberanian membangun potensi lokal mampu melahirkan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Panen perdana ikan patin itu berlangsung di Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/5/2026), dan disambut antusias masyarakat serta sejumlah unsur pemerintah daerah.
Di bawah pembinaan langsung H Bao Umbara, BUMDes Karangsari perlahan tumbuh menjadi salah satu motor penggerak ekonomi desa. Tidak hanya fokus mengejar keuntungan, namun juga membuka ruang pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan warga dalam proses budidaya perikanan.
Sebanyak 10 warga setempat dilibatkan untuk menjaga kolam, memberi pakan, hingga memastikan proses budidaya berjalan optimal setiap hari. Kehadiran program tersebut dinilai mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa.
H Bao Umbara mengatakan keberhasilan panen perdana itu bukan semata-mata keberhasilan pemerintah desa, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat membangun desa secara mandiri.
“Alhamdulillah ini menjadi kebanggaan bersama masyarakat Karangsari. Kami ingin BUMDes benar-benar hadir untuk masyarakat, memberikan manfaat nyata, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat ketahanan pangan desa,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan panen ikan patin tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Ia menegaskan hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk keberlangsungan usaha, tetapi juga akan diputar kembali untuk pengembangan budidaya berikutnya agar manfaat ekonomi terus dirasakan masyarakat.
“Keuntungan bukan untuk dinikmati segelintir orang, tetapi diputar kembali untuk pengembangan usaha, pembelian bibit baru, kebutuhan pakan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang terlibat,” katanya.
Masyarakat pun menilai kepemimpinan H Bao Umbara sebagai sosok kepala desa yang mampu memberi teladan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji. Di tengah banyaknya tantangan pembangunan desa, ia dinilai berhasil menunjukkan bahwa kepala desa dapat menjadi penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat apabila memiliki kemauan, kepedulian, dan keberanian membangun.
Keberhasilan BUMDes Karangsari juga dipandang sebagai contoh positif bagaimana desa mampu mandiri dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki.
Selain sektor perikanan, Pemerintah Desa Karangsari bersama BUMDes juga mulai mengembangkan berbagai sektor usaha lain, termasuk peternakan ayam petelur, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa.
Ketua BUMDes Karangsari, Iin Solihin, mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan dan perhatian penuh Kepala Desa Karangsari dalam membina serta mendorong pengembangan usaha desa.
“Kami merasakan betul dukungan Pak Kades terhadap pengembangan BUMDes. Beliau selalu mendorong agar usaha desa benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan panen perdana ikan patin itu kini menjadi simbol optimisme baru bagi masyarakat Karangsari. Di bawah kepemimpinan H Bao Umbara, semangat membangun desa melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan terus tumbuh dan memberi harapan akan lahirnya desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.


+ There are no comments
Add yours