“Menjaga Marwah Demokrasi Desa: Suara Pemuda Cibatu untuk Pemilihan BPD yang Bersih, Transparan, dan Bermartabat”

3 min read

Cibatu — Komitmen untuk menjaga kualitas demokrasi di tingkat desa kembali disuarakan oleh kalangan pemuda. Nendra Wijaya, aktivis muda asal Desa Cibatu, menyampaikan harapannya agar proses pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berlangsung secara bersih, jujur, transparan, dan terbebas dari intervensi kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

Menurut Nendra, pemilihan BPD bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis yang menentukan arah pengawasan pemerintahan desa sekaligus menjadi saluran utama aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh tahapan pemilihan harus dijalankan dengan mengedepankan prinsip demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas.

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Cibatu menginginkan figur-figur anggota BPD yang benar-benar lahir dari kepercayaan publik, bukan hasil kompromi atau titipan dari calon kepala desa, tokoh tertentu, maupun pihak yang memiliki kepentingan pribadi. Ia mengingatkan, intervensi dalam bentuk apapun berpotensi mereduksi independensi BPD sebagai lembaga pengawas.

“BPD memiliki posisi strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan desa sekaligus menyuarakan aspirasi masyarakat. Karena itu, proses pemilihannya harus steril dari kepentingan sempit. Jangan sampai anggota BPD justru menjadi representasi kelompok tertentu, bukan representasi masyarakat secara utuh,” ujar Nendra dengan tegas namun tetap bernuansa diplomatis.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa keberadaan BPD sejatinya menjadi pilar penyeimbang dalam sistem pemerintahan desa. Peran tersebut menuntut hadirnya sosok-sosok yang tidak hanya memiliki kapasitas, tetapi juga integritas, keberanian moral, serta komitmen kuat untuk memperjuangkan kepentingan warga tanpa tekanan dari pihak manapun.

Sebagai bagian dari generasi muda, Nendra juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam mengawal proses demokrasi desa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk tidak bersikap apatis, melainkan turut berperan dalam memastikan proses pemilihan berjalan kondusif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah demokrasi di desa. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai pengawas sosial yang konstruktif agar proses ini berjalan jujur dan adil,” tambahnya.

Selain itu, Nendra berharap panitia penyelenggara dapat menjalankan tugas secara profesional, independen, dan penuh tanggung jawab. Keterbukaan informasi pada setiap tahapan pemilihan dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap hasil akhir yang akan ditetapkan.

Ia juga menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menentukan pilihan. Menurutnya, warga kini semakin kritis dan selektif dalam menilai calon, sehingga para kandidat BPD dituntut mampu menghadirkan gagasan yang visioner, rekam jejak yang baik, serta komitmen nyata untuk memajukan Desa Cibatu.

Menutup pernyataannya, Nendra Wijaya berharap pemilihan BPD Desa Cibatu dapat menjadi teladan praktik demokrasi desa yang sehat, damai, dan bermartabat. Ia optimistis, apabila seluruh proses dijalankan secara bersih dan bebas dari intervensi, maka akan lahir anggota BPD yang benar-benar berpihak kepada masyarakat serta mampu mendorong kemajuan desa secara berkelanjutan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours