Purwadadi (HUMAS Kemenag Subang) — Semangat kepedulian sosial dan nilai toleransi antarumat beragama kembali terwujud melalui aksi nyata yang dilakukan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang. Melalui kegiatan berbagi kasih, Penyuluh Agama Kristen Ferdinan Finontoan, S.Pd.K. menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Kampung Pulo, Desa Purwadadi Barat, Kecamatan Purwadadi, Selasa (10/03/2026).
Kegiatan sosial yang berlangsung sederhana namun sarat makna tersebut mendapat dukungan dari aparatur lingkungan setempat. Ketua RT dan RW turut hadir membantu proses penyaluran bantuan agar dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, serta sejumlah bahan pangan lainnya yang diharapkan dapat membantu meringankan beban warga.

Di tengah suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Ferdinan Finontoan menjelaskan bahwa kegiatan berbagi kasih ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan program sosial yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan kemanusiaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang beragam.
“Alhamdulillah, kegiatan berbagi kasih ini sudah menjadi agenda tahunan yang selalu kami lakukan. Tujuannya sederhana, yakni membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan sekaligus mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Ferdinan kepada wartawan di sela kegiatan.
Ia menuturkan, momentum bulan suci Ramadan menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Menurutnya, semangat saling membantu merupakan nilai universal yang melampaui batas agama, suku, maupun latar belakang sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal sekat agama. Justru di momen Ramadan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa. Nilai kemanusiaan dan persaudaraan harus selalu dijaga,” ungkapnya.
Ferdinan juga menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari kepedulian bersama yang dihimpun secara sukarela. Ia berharap, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menumbuhkan budaya berbagi.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Ketua RT setempat yang turut menyaksikan langsung proses penyaluran bantuan kepada warga. Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Kristen Kemenag Subang menjadi contoh nyata bagaimana nilai toleransi dapat diwujudkan dalam tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan. Bantuan sembako ini tentu sangat membantu warga kami, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara selektif dengan mengacu pada data warga kurang mampu yang dimiliki oleh RT dan RW. Hal tersebut dilakukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami membantu melakukan pendataan agar bantuan ini dapat diterima oleh warga yang benar-benar layak. Harapannya, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Sejumlah warga penerima bantuan pun mengaku bersyukur atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Bagi mereka, bantuan tersebut sangat berarti untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan Ramadan.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi berbagi kasih ini menjadi simbol kuatnya semangat toleransi dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Subang. Di wilayah yang dikenal memiliki keberagaman agama dan budaya tersebut, nilai-nilai kebersamaan terus dipelihara melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan rasa saling menghormati.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kerukunan antarumat beragama semakin kokoh di tengah kehidupan masyarakat. Peran aktif para penyuluh agama dalam membangun harmoni sosial pun menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dapat hadir sebagai kekuatan pemersatu yang menebarkan kedamaian dan kebaikan bagi sesama.


+ There are no comments
Add yours