MUSRENBANG Cikarang Pusat Jadi Momentum Dorongan KNPI Wujudkan Pembangunan Inklusif & Berbasis Ketenagakerjaan

2 min read

Cikarang Pusat, Bekasi — Ketua Dewan Kecamatan (DK) KNPI Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Irwan Kharisma, menegaskan pentingnya arah pembangunan yang lebih berpihak pada penyelesaian persoalan ketenagakerjaan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cikarang Pusat, yang digelar di Kantor Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa (10/2/2026).

Dalam forum strategis perencanaan pembangunan tersebut, Irwan Kharisma menyampaikan pandangannya bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi ke depan perlu semakin konsisten dan fokus dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya yang berkaitan langsung dengan persoalan pengangguran dan ketersediaan lapangan kerja, terutama di wilayah Cikarang Pusat.

Menurut Irwan, berdasarkan data dan realitas sosial yang ia peroleh di lapangan, angka pengangguran di Kabupaten Bekasi—terutama di Kecamatan Cikarang Pusat—masih tergolong memprihatinkan. Kondisi ini dinilai cukup ironis, mengingat Kabupaten Bekasi dikenal sebagai salah satu daerah dengan jumlah kawasan industri dan pabrik terbanyak, bahkan terluas di kawasan Asia.

“Potensi industri yang besar seharusnya sejalan dengan terserapnya tenaga kerja lokal secara optimal. Ini menjadi tantangan bersama yang perlu dijawab melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan,” ungkap Irwan dengan nada konstruktif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa solusi atas persoalan ketenagakerjaan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui penyiapan sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan berdaya saing, agar mampu menjawab tuntutan dunia industri dan persaingan global yang kian dinamis.

Salah satu langkah strategis yang dinilai relevan, lanjut Irwan, adalah dengan memperkuat dan memperluas keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) serta program peningkatan kompetensi tenaga kerja berbasis kebutuhan industri. Dengan demikian, masyarakat—khususnya generasi muda—tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki nilai tambah yang dibutuhkan oleh dunia usaha.

Ia pun berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat semakin proaktif dalam membuka dan menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus memperkuat sinergi dengan dunia industri, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan.

“Musrenbang ini harus menjadi momentum untuk melahirkan kebijakan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi,” pungkasnya.

Melalui partisipasi aktif organisasi kepemudaan dalam forum perencanaan pembangunan, diharapkan arah pembangunan Kabupaten Bekasi ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik dan industri, tetapi juga pada pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours