Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi — Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan pengawalan proses panen jagung di Lahan Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya. Pada Sabtu pagi, 10 Januari 2026, Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, SH, MH, bersama Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto, turun langsung ke lokasi lahan di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, guna memastikan seluruh rangkaian panen berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, dan dihadiri langsung oleh jajaran pejabat tinggi negara, di antaranya Kapolri, Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, Direktur Utama Bulog, serta Kepala Badan Pusat Statistik. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya jagung, memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
Pada hari pertama panen raya, prosesi seremoni dilakukan dengan menggunakan dua unit combine corn harvester, yang berhasil memanen lahan seluas 1.000 meter persegi atau setara 0,1 hektare. Selanjutnya, pada hari kedua, Jumat 9 Januari 2026, panen dilanjutkan secara manual oleh 30 orang kelompok tani dengan capaian 4.000 meter persegi. Proses panen tersebut disertai tahapan pengupasan dan pemipilan sebagai bagian dari manajemen pascapanen yang terintegrasi.
Memasuki hari ketiga, Sabtu 10 Januari 2026, panen kembali dilaksanakan secara manual dengan melibatkan 30 orang kelompok tani dan ditargetkan menyelesaikan lahan seluas 5.000 meter persegi atau 0,5 hektare. Pada tahap ini, proses pemipilan dilakukan menggunakan mesin pipil jagung berkapasitas 1,5 ton per hari, guna meningkatkan efisiensi serta menjaga kualitas hasil panen.
Secara produktivitas, setiap satu hektare tanaman jagung diproyeksikan menghasilkan sekitar 10 ton jagung berat kotor, termasuk tongkol. Setelah melalui proses pemipilan, hasil tersebut setara dengan kurang lebih 6 ton biji jagung kering, yang siap dipasarkan maupun diserap oleh lembaga penyangga pangan. Namun demikian, pelaksanaan panen sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, terutama untuk kelancaran proses pemangkasan, pemetikan, pengupasan, hingga pemipilan.
Sebagai langkah antisipasi, di area kebun telah disiapkan tenda khusus untuk mendukung proses pengupasan dan pemipilan menggunakan mesin, sehingga kegiatan tetap dapat berlangsung meskipun cuaca kurang bersahabat. Langkah ini mencerminkan perencanaan matang dan keseriusan seluruh pihak dalam menjaga kontinuitas hasil panen.
Sementara menunggu proses penjualan kepada Bulog maupun pihak swasta, jagung pipilan hasil panen akan disimpan sementara di Gudang PT Logam Jaya, milik tokoh masyarakat Haji Zaini Sidi, yang berlokasi di Jalan Warung Ampel, Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Penyimpanan ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen hingga proses distribusi dilakukan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi laporan teknis semata, tetapi juga mencerminkan sinergi nyata antara Polri, petani, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan. Sebuah pesan inspiratif bahwa kemandirian pangan dapat terwujud melalui kolaborasi, kerja nyata, dan pengawalan berkelanjutan demi kesejahteraan bangsa.


+ There are no comments
Add yours