Ketua PAMDI, Jayadi: Hari Guru Nasional Momentum Menguatkan Pendidikan Karakter dan Seni untuk Generasi Muda

3 min read

“Bernyanyi dan Bermusik Dengan Ahlak Mulia”

Karawang/Malaysia – Mesti ditengah kesibukan kegiatannya, melalui pesan Whatsapp nya dari Kuala Lumpur Malaysia, Ketua Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI), Jayadi, dengan kerendahan hatinya menyampaikan penghormatan dan apresiasi mendalam dalam rangka Hari Guru Nasional 2025. Sebagai figur yang tumbuh dan berkiprah di dunia seni musik, Jayadi menegaskan bahwa keberhasilan para seniman, termasuk para musisi dangdut, tidak lepas dari peran besar guru yang membentuk karakter dan kecintaan mereka terhadap budaya serta kreativitas.

Menurut Jayadi, dunia pendidikan dan dunia seni tidak bisa dipisahkan. Keduanya memiliki peran kuat dalam membangun generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berakhlak baik.

Guru Adalah Cahaya Kehidupan dan Inspirasi Perjalanan Seniman

Dalam pesannya, Jayadi menekankan bahwa perjalanan seorang anak bangsa—termasuk seniman musik—dimulai dari bimbingan guru yang penuh kasih dan kesabaran.

“Setiap keberhasilan yang kita capai hari ini, baik di dunia seni maupun profesi lainnya, adalah buah dari didikan guru. Guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi menanamkan nilai kehidupan dan karakter,” ujar Jayadi.

Sebagai penghormatan, Jayadi mengutip sebuah ungkapan penuh makna:

“Wakulluha yalzamu ba’dahu shilah ‘Ala dhomirin laiqin muaytamilah. Segala sesuatu ada washilahnya, dan sukses kita hari ini karena washilah guru.”

Ia menegaskan, tanpa guru tidak akan lahir generasi yang cerdas, berbudaya, dan mampu berkarya membawa nama daerah maupun bangsa.

PAMDI Dorong Pendidikan Seni untuk Penguatan Karakter

Dengan latar belakangnya sebagai pimpinan organisasi artis musik dangdut, Jayadi menilai pentingnya memasukkan nilai seni, budaya, dan kreativitas dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya bicara akademik, tetapi juga pembentukan mental, moral, dan bakat.

“Seni musik, khususnya dangdut sebagai budaya Indonesia, mampu menjadi sarana pembentukan karakter. Anak-anak yang dibina lewat seni lebih mudah diarahkan menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, dan jauh dari pergaulan yang negatif,” jelasnya.

Jayadi menilai guru memiliki peran sentral dalam memperkenalkan nilai budaya dan seni sejak dini. Karena itu, ia berharap ada sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas seni dalam menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda.

Apresiasi untuk Guru sebagai Pahlawan Tanpa Panggung

Sebagai seorang pemimpin komunitas seniman, Jayadi menyamakan guru dengan “pahlawan tanpa panggung” yang tetap berkarya meski tidak mendapat sorotan.

“Jika kami para musisi tampil di atas panggung, guru justru bekerja dalam diam. Tapi dampaknya jauh lebih besar, karena dari tangan guru lahir dokter, pejabat, seniman, ulama, dan pemimpin masa depan,” ungkapnya.

Ia berharap penghargaan terhadap guru bukan hanya diberikan dalam bentuk seremoni, tetapi dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan, serta dukungan terhadap proses kreatif di sekolah.

Harapan Jayadi di Hari Guru Nasional 2025

Menutup pesannya, Jayadi mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menempatkan guru sebagai pilar peradaban.

“Selamat Hari Guru Nasional 2025. Semoga guru-guru kita selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mendidik anak bangsa. Mari terus hormati guru, doakan mereka, dan dukung perjuangan mereka,” pungkasnya.

Jayadi menegaskan bahwa PAMDI akan terus membuka ruang kolaborasi, termasuk melalui kegiatan seni edukatif di sekolah dan komunitas, agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, kreatif, dan cinta budaya bangsa.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours