Bekasi – Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, tengah dilanda kecemasan setelah merebaknya isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari PT Multistrada Sarana yang kini menjadi PT Michelin Indonesia. Banyak warga Karangsari disebut berpotensi terdampak, menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

Di tengah situasi yang menekan ini, H. Bao Umbara, Kepala Desa Karangsari, tampil sebagai figur penolong. Sebanyak 400 warga mendatanginya pada Minggu (23/11/2025), berharap mendapatkan solusi dan penguatan moral. Mereka datang karena percaya: ketika rakyat gelisah, pemimpinnya pasti turun langsung.
Dikenal sebagai pemimpin yang tak pernah gentar memperjuangkan kepentingan masyarakatnya, H. Bao Umbara menyambut warganya dengan hangat dan penuh empati. Sebagai bentuk penghargaan dan upaya menenangkan hati warga, ia mengajak seluruh masyarakat makan bersama di Saung Cobek Kampung Gelonggong sebelum memulai diskusi. Langkah sederhana namun bermakna itu seketika menghadirkan suasana kekeluargaan di tengah ketegangan yang membayangi isu PHK.
Usai santap bersama, H. Bao Umbara memimpin dialog terbuka. Dengan ketegasan seorang pemimpin yang paham beban rakyatnya, ia memaparkan langkah-langkah konkret yang telah disiapkan: menggandeng sejumlah investor dan vendor perusahaan untuk membuka peluang usaha baru, serta memastikan bahwa warga Karangsari menjadi prioritas utama dalam setiap rekrutmen tenaga kerja.
“Kita tidak boleh tinggal diam. Bila PHK itu benar terjadi, saya pastikan warga Karangsari tidak berjalan sendiri. Saya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa investor agar membuka usaha di desa kita, dan saya tegaskan bahwa warga Karangsari harus jadi prioritas,” tegasnya.
Pernyataan itu disambut penuh penghargaan oleh para tokoh masyarakat. Salah satunya, Rudy Hartono, menyampaikan dukungan yang menegaskan nilai kepemimpinan H. Bao Umbara.
“Pak Kades Bao Umbara ini bukan sekadar pemimpin, tapi pelindung bagi rakyatnya. Di saat banyak yang bingung dan takut, beliau hadir paling depan, membawa solusi, bukan janji. Kami para tokoh masyarakat siap berdiri bersama beliau karena kami tahu, Pak Kades berjuang sungguh-sungguh untuk keselamatan ekonomi warga Karangsari,” tegas Rudy Hartono.
Pernyataan tersebut memperkuat keyakinan warga bahwa mereka berada di bawah kepemimpinan yang sigap, berani, dan berkomitmen tinggi.
Selain Rudy Hartono, para tokoh lain seperti Kanta, Fajar, Abay, dan Abah Samid turut mendukung penuh langkah-langkah heroik Kepala Desa. Tekad kolektif ini menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Karangsari.
Dengan keberanian pemimpinnya, kebersamaan warga, dan dukungan para tokoh, Desa Karangsari menunjukkan bahwa mereka bukan hanya siap menghadapi tantangan, tetapi juga siap bangkit lebih kuat dari ancaman krisis ekonomi.

