Puskopkar Karawang Satukan Para Tokoh Koperasi: Ponijan Dorong Sinergi Digital dan Arah Baru Ekonomi Kerakyatan

3 min read

Karawang – Gerakan koperasi di Karawang memasuki babak baru. Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Karawang mengumpulkan berbagai tokoh koperasi, pengurus koperasi karyawan, pelaku UMKM, serta mitra strategis untuk membahas sinergi, digitalisasi, dan arah baru penguatan ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Ponijan, SE, sebagai Ketua Puskopkar Karawang yang dikenal visioner, terbuka, dan mampu merangkul semua pihak.

Dalam sambutannya, Ponijan menegaskan bahwa koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi nyata bagi masyarakat, bukan sekadar lembaga administratif. Menurutnya, tantangan ekonomi hari ini hanya bisa dijawab melalui kolaborasi, modernisasi, dan digitalisasi.

“Koperasi harus bergerak maju. Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri. Sinergi dengan berbagai elemen—pemerintah, perusahaan, UMKM, hingga komunitas digital—adalah kunci untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi anggota dan masyarakat Karawang,” tegas Ponijan di hadapan para peserta.

Pemimpin Visioner yang Menguatkan Fondasi Baru Koperasi

Figur Ponijan dalam forum ini terlihat sangat dominan dalam arti positif. Ia hadir bukan sekadar sebagai ketua organisasi, tetapi sebagai tokoh yang memahami arah pembangunan ekonomi Karawang ke depan.
Di tangan Ponijan, Puskopkar diarahkan menjadi wadah yang inklusif, adaptif, dan progresif.

Beberapa gagasan besar yang ia dorong meliputi:

1. Transformasi Digital Koperasi

Ponijan mendorong koperasi karyawan memasuki era digital melalui layanan simpan-pinjam digital, sistem manajemen online, serta marketplace koperasi untuk menampung produk UMKM Karawang.

2. Sinergi Antarkoperasi dan Dunia Industri

Dengan Karawang sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Ponijan ingin menghubungkan koperasi karyawan dengan perusahaan-perusahaan besar agar tercipta rantai ekonomi yang saling menguatkan.

3. Revitalisasi Toko Koperasi (Mini Mart Koperasi)

Ia berkomitmen menghidupkan kembali toko-toko koperasi melalui pengelolaan modern dan distribusi produk lokal.

4. Penguatan Kapasitas SDM Koperasi

Pelatihan manajemen keuangan, literasi digital, dan pendampingan legalitas koperasi menjadi prioritas agar seluruh koperasi primer di bawah Puskopkar bisa tumbuh sehat dan profesional.

Dirangkulnya Para Tokoh Koperasi: Bukti Kepemimpinan yang Terbuka

Para tokoh koperasi dari berbagai sektor yang hadir mengapresiasi langkah Puskopkar Karawang. Forum diskusi berjalan cair karena Ponijan membuka ruang dialog bagi semua peserta, baik pengurus senior maupun generasi muda penggerak koperasi.

Sikap Ponijan yang rendah hati namun tegas, visioner namun realistis, membuatnya diterima oleh berbagai lapisan. Ia tidak hanya memimpin, tetapi juga mendengarkan.

Mendukung Arah Baru Ekonomi Kerakyatan Karawang

Ponijan meyakini bahwa ekonomi Karawang tidak boleh hanya bertumpu pada industri besar.
Koperasi, sebagai soko guru ekonomi, harus mengambil peran lebih besar melalui:

pemberdayaan UMKM,

penyediaan pembiayaan murah dan aman,

distribusi produk lokal,

hingga menciptakan lapangan kerja berbasis komunitas.

Puskopkar di bawah kepemimpinannya berkomitmen menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Komitmen untuk Terus Bergerak

Menutup kegiatan, Ponijan menyampaikan bahwa Puskopkar Karawang terbuka untuk kolaborasi dengan semua pihak—baik pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, komunitas digital, dan seluruh komponen masyarakat.

“Puskopkar adalah rumah besar kita semua. Mari bangun gerakan koperasi yang kuat, modern, dan berdaya saing untuk Karawang yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Bagikan berita/artikel ini

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours