KARAWANG — Tokoh masyarakat Karawang yang dikenal luas di kalangan Nahdliyin, H. Dadan atau akrab disapa H. Sachim, mengungkapkan kekaguman dan rasa bangganya terhadap dua figur bangsa yang menurutnya merepresentasikan keseimbangan antara nilai keimanan dan semangat kebangsaan — KH. Fatahillah, S.Pd.I dan Mayjen TNI Kosasih, Pangdam III/Siliwangi.

Menurut H. Sachim, keduanya adalah sosok inspiratif yang sama-sama bekerja dalam diam, berjuang dengan ketulusan, dan menebarkan energi positif bagi umat serta bangsa.
“Saya melihat KH. Fatahillah dan Bapak Pangdam Kosasih sebagai dua pribadi yang berbeda latar belakang, tapi memiliki satu tujuan yang sama — mengabdikan diri untuk negeri dengan keikhlasan,” ujar H. Sachim dengan nada penuh haru.

Ia menilai, KH. Fatahillah adalah ulama muda yang berwawasan luas, intelektual, namun tetap rendah hati dan dekat dengan masyarakat kecil. Di bawah kepemimpinannya, PWNU Jawa Barat disebut semakin terbuka dan mampu merangkul berbagai kalangan dengan pendekatan yang sejuk dan nasionalis.
“Beliau bukan hanya ulama yang pandai bicara di podium, tapi juga turun langsung di tengah umat. KH. Fatahillah itu cerdas, santun, dan sangat cinta tanah air. Beliau membesarkan NU dengan cara yang elegan, tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren,” tutur H. Sachim penuh bangga.

Sementara itu, terhadap sosok Mayjen TNI Kosasih, H. Sachim menyebutnya sebagai Panglima berjiwa ulama — pemimpin militer yang memadukan ketegasan dan kelembutan dalam satu kepribadian.
> “Bapak Pangdam Kosasih adalah prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga berjiwa spiritual. Beliau dekat dengan para kiai, menghormati ulama, dan tulus dalam membangun hubungan dengan umat Islam, khususnya warga Nahdliyin,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kedekatan antara Pangdam Kosasih dan KH. Fatahillah adalah contoh nyata sinergi Ulama dan Umara yang saling menguatkan.
> “Yang satu menjaga iman, yang satu menjaga aman. Keduanya saling melengkapi, saling mendoakan, dan sama-sama membuktikan bahwa kekuatan moral dan kekuatan pertahanan bisa berjalan seiring demi Indonesia yang damai dan berkeadilan,” ucapnya dengan semangat nasionalisme yang menggebu.
Menutup pandangannya, H. Sachim menegaskan bahwa kedua tokoh ini menjadi idola dan teladan bagi generasi muda NU, khususnya di Karawang.
> “Kalau bangsa ini punya lebih banyak sosok seperti KH. Fatahillah dan Mayjen Kosasih, saya yakin masa depan Indonesia akan lebih kokoh. Ulama dan TNI bukan dua dunia yang berbeda, tapi dua cahaya yang menerangi negeri ini,” pungkas H. Sachim dengan penuh kebanggaan.


+ There are no comments
Add yours