Karawang — Persekutuan Gereja Indonesia Sekitar (PGIS) Kabupaten Karawang sukses menyelenggarakan kebaktian Perayaan Paskah 2026 dalam suasana yang khidmat, penuh kehangatan, serta sarat nilai kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang tidak hanya mempererat iman umat, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan lintas elemen masyarakat.
Ketua PGIS Karawang, Agus Paulus Husein, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut dengan lancar dan penuh makna. Berdasarkan data kehadiran, tercatat lebih dari 200 jemaat dan undangan hadir, mencerminkan antusiasme serta semangat kebersamaan yang tinggi.
“Puji syukur kepada Tuhan, perayaan ini dapat berjalan dengan khidmat, penuh sukacita, dan diliputi rasa kekeluargaan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan terus terjaga di Karawang,” ujarnya.
Kehadiran tokoh lintas agama turut memperkuat pesan toleransi dalam perayaan tersebut. Di antaranya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Karawang, Dr. KH. Masykur H. Mansyur, M.M., serta KH. Ir. Mustaghfirin yang mewakili pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Karawang. Partisipasi ini menjadi simbol nyata keharmonisan dan saling menghargai antarumat beragama di wilayah tersebut.
Mengusung tema “Kebangkitan Kristus Membaru Kemanusiaan Kita”, perayaan ini mengandung makna mendalam tentang pentingnya pembaruan nilai-nilai kemanusiaan. Kebangkitan Kristus dipahami sebagai sumber inspirasi untuk memperkuat kepedulian sosial, memperbaiki moralitas, serta menumbuhkan empati di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Agus Paulus Husein menjelaskan bahwa tema tersebut tidak hanya menjadi refleksi iman, tetapi juga panggilan moral bagi umat Kristiani untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial.
“Kebangkitan Kristus memberi dorongan bagi kami untuk terus memperbaharui nilai kemanusiaan. Ini menjadi spirit bagi umat Kristiani untuk turut berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial, khususnya terkait kemerosotan moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang perlu kita bangun kembali bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antara umat beragama dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan perubahan positif. Semangat Paskah diharapkan mampu menjadi energi kolektif untuk mendorong pembangunan yang berlandaskan nilai kemanusiaan, toleransi, dan keadilan.
Sebagai penutup, PGIS Karawang berharap kebersamaan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui kolaborasi yang harmonis bersama FKUB dan seluruh komponen masyarakat.
“Kami berharap semangat guyub dan persatuan ini semakin kokoh. Bersama FKUB dan seluruh elemen masyarakat, mari kita wujudkan Karawang yang rukun, damai, dan harmonis,” pungkasnya.
Perayaan Paskah ini tidak hanya menjadi simbol kemenangan iman, tetapi juga cerminan komitmen bersama dalam merawat kerukunan dan membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih beradab, inklusif, dan penuh kasih.


+ There are no comments
Add yours