Bekasi — Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti kediaman H. Apud Syaepudin, Ketua Umum Forum Komunikasi Warga Kabupaten Bekasi (FKWB) sekaligus Ketua WJI/WBI Kabupaten Bekasi, yang beralamat di Perumahan Flower Garden Blok Magnolia No. 8, Summarecon Kota Bekasi, pada Minggu (5/10/2025).
Acara tersebut digelar sebagai ungkapan syukur atas usia kehamilan empat bulan putri tercinta beliau, Nurida Nadia Syaepudin, S.T., yang tengah berbahagia bersama sang suami tercinta, Aji Qurbani, S.E.

Dalam suasana penuh kehangatan, keluarga besar H. Apud juga menyampaikan kabar bahagia bahwa, insyaa Allah, mereka akan segera dianugerahi dua cucu perempuan — sebuah nikmat luar biasa yang menambah rasa syukur dan kebahagiaan seluruh keluarga.
—
Doa dan Syukur yang Menyatukan
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, dan tausiah yang menekankan pentingnya rasa syukur atas setiap karunia kehidupan yang diberikan Allah SWT. Suasana khidmat namun hangat terasa di setiap sudut rumah, diwarnai senyum tulus keluarga besar, kerabat, serta para sahabat dari FKWB dan WJI/WBI yang turut hadir memberikan doa terbaik.
Dalam kesempatan itu, H. Apud Syaepudin menyampaikan rasa syukur mendalam atas karunia yang diterimanya. Ia juga berterima kasih atas kehadiran para tamu yang meluangkan waktu untuk ikut berbahagia bersama keluarganya.
> “Alhamdulillah, kami sekeluarga sangat bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT ini. Semoga putri kami, Nurida Nadia, selalu diberikan kesehatan, keselamatan, serta dimudahkan dalam proses kehamilan dan persalinannya hingga tiba saatnya nanti. Terima kasih kepada sahabat dan keluarga besar yang senantiasa mendoakan,” tutur H. Apud dengan mata berkaca-kaca.
—
Menjaga Tradisi, Merawat Kebersamaan
Sebagai sosok tokoh masyarakat yang hangat dan rendah hati, H. Apud menegaskan bahwa doa dan kebersamaan keluarga serta sahabat merupakan sumber kekuatan yang luar biasa. Ia juga menilai, tradisi selametan empat bulanan adalah warisan budaya dan spiritualitas yang patut dijaga sebagai bagian dari identitas masyarakat Bekasi.
> “Tradisi seperti ini bukan hanya seremoni, tapi pengingat agar kita selalu bersyukur, berdoa, dan menjaga nilai-nilai kekeluargaan serta budaya Islam yang penuh makna,” ungkapnya.
—
Silaturahmi yang Menghadirkan Berkah
Acara berlangsung penuh keakraban dan ditutup dengan ramah tamah serta santap bersama. Para tamu tampak menikmati suasana penuh kekeluargaan, berbagi tawa, doa, dan kebahagiaan di tengah nuansa hangat yang sarat makna.
Momen selametan ini menjadi pengingat indah bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari nikmat yang terlihat, melainkan juga dari rasa syukur, doa, dan cinta keluarga yang selalu menyatukan dalam setiap langkah kehidupan.


+ There are no comments
Add yours